Hermawan Sulistyo Beberkan Analisis terkait Tujuan Kerusuhan 22 Mei Hingga Tewaskan 9 Korban

Peneliti LIPI, Profesor Hermawan Sulistyo mengungkapkan analisisnya soal tujuan kerusuhan 21-22 Mei.

Hermawan Sulistyo Beberkan Analisis terkait Tujuan Kerusuhan 22 Mei Hingga Tewaskan 9 Korban
Kompas TV
Hermawan Sulistyo saat menjadi narasumber di acara Kompas Petang, pada Senin (17/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM- Peneliti LIPI, Profesor Hermawan Sulistyo mengungkapkan analisisnya soal kerusuhan 21-22 Mei.

Hal tersebut diungkapkan Hermawan Sulistyo saat ditemui Aiman yang videonya diunggah di channel Youtube KOMPASTV pada Senin (24/6/19).

"Polisi sebut ada 9 orang meninggal saat kerusuhan, 8 orang karena senjata tajam dan 1 orang karena benda tumpul dan mereka ditemukan di petamburan

"Benarkah mereka tidak dieksekusi di Petamburan melainkan di tempat lain kemudian mayatnya di drop di Petamburan?" tanya Aiman.

Hermawan Sulistyo lantas menganalisis bahwa dugaan korban dieksekusi di tempat lain.

"Dugaan Itu punya indikasi yang sangat kuat, karena tidak ada jejaknya, kalau di eksekusi di tempat pasti ada saksi mata dan ribuan orang, ini tidak informasinya, sangat tertutup sekali, nggak jelas," ujar Hermawan Sulistyo.

Hermawan Sulistyo lantas menganalisis luka korban yang seperti ditembak dengan luka miring.

menurutnya penembaknya sedang tiarap.

"contoh nih, keliatannya ditembak dari orang yang tiarap, karena sudut yang diambil dari bawah ke atas, kerena lukanya dari bawah terus naik sampai ke hampir bahu, dari posisi apa orang menembak bisa menimbulkan luka dari bawah ke atas," ujar Hermawan Sulistyo.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan bahwa menurutnya tidak mungkin penembak melakukan tembakan dengan poisisi tiarap di tengah kerusuhan.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved