Kadin Pati Dorong Penerapan Online Single Submission untuk Perizinan Usaha

Online Single Submission (OSS) Perizinan Usaha yang akan diterapkan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pati akan mendorong tertib

Kadin Pati Dorong Penerapan Online Single Submission untuk Perizinan Usaha
ISTIMEWA
Workshop Implementasi Online Single Submission Perizinan Berusaha yang diselenggarakan Kadin Pati bersama DPMPTSP Jawa Tengah di Hotel New Merdeka Pati, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pati mendorong penerapan Online Single Submission (OSS) Perizinan Usaha agar semakin tertib administrasi.

Fungsi OSS ialah sebagai jembatan dalam proses perizinan. Dengan OSS, Kadin dapat menjembatani perizinan tingkat daerah, provinsi, bahkan nasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kadin Pati Didik Supriyanto usai workshop sosialisasi OSS bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah di Hotel New Merdeka, Selasa (25/6/2019). Workshop tersebut dihadiri puluhan pelaku usaha di Kabupaten Pati.

“OSS menggerakkan teman pengusaha agar tertib perizinan, dari mikro sampai makro," ucapnya.

Terkait tingkat kesulitan, Didik mengaku belum ada permasalahan yang mendasar. Sebab, sampai saat ini masih dilaksanakan pemaparan dan bimbingan.

"Nantinya kita juga akan mengadakan acara serupa. Tetapi akan langsung kami adakan pelatihan agar para pelaku usaha dapat menghadapi segala permasalahan yang ada,” imbuhnya.

Sejauh ini, sudah ada 30 pengusaha yang tergabung dengan Kadin dan sudah menjadi anggota tetap. Nantinya, Kadin akan mengawal proses perizinan sampai pada tingkat provinsi yang dinilai masih banyak menyimpan kendala.

Kendala itu muncul dari segi perizinan perikanan dan sumberdaya mineral dan galian.

“Kadin sebagai jembatan tentunya akan mengawal secara tuntas proses perizinan agar terselesaikan. Dengan adanya kadin tampil di depan, ini akan memudahkan kegiatan, baik di tingkat Kabupaten Pati sampai tingkat provinsi,” jelasnya.

Kesulitan-kesulitan yang ada, lanjut Didik, adalah secara administrasi. Karena prosesnya bervariasi, ada yang dari kabupaten dan ada yang langsung sampai provinsi.(mzk)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved