‎Polres Temanggung Siagakan 350 Personel Gabungan Jelang Putusan PHPU di MK

Jelang putusan sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, pada Kamis (27/6/2019), siagakan 350 personel gabungan di Temanggung.

‎Polres Temanggung Siagakan 350 Personel Gabungan Jelang Putusan PHPU di MK
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Jelang putusan sidang permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, pada Kamis (27/6/2019), Polres Temanggung menyiagakan 350 personel pasukan gabungan.‎

Ini disampaikan Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo usai apel pasukan gabungan di area depan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

"Kami siagakan pasukan gabungan, terdiri dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dishub," kata AKBP Wiyono, Rabu (26/6/2019).

Dituturkannya, pasukan disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan serta menjaga objek-objek vital yang berpotensi menjadi sasaran ketika terjadi kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kabtibmas).

Di antaranya kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pusat keramaian dan ekonomi, serta lainnya.

"Termasuk, tempat-tempat ibadah. Kami berharap, situasi nasional tetap kondusif, sehingga situasi di daerah juga aman dan damai," ujarnya.

Disinggung mengenai kelompok tertentu dari Temanggung yang berangkat ke Jakarta untuk 'mengawal' sidang putusan di MK, menurut AKBP Wiyono, hingga saat ini hal itu tidak terdeteksi. ‎

Menurut dia, sedari semula pihaknya terus memonitor pergerakan kelompok-kelompok yang berpotensi ke sana.

"Alhamdulillah sampai saat ini ada pergerakan massa dari Temanggung yang ke Jakarta, terkait sidang putusan di MK," tuturnya.

‎Senada disampaikan Dandim 0706 Temanggung, Letkol Inf AY David Alam.

Ia mengatakan, keputusan MK bisa dibilang tahap yang krusial.

"Pasti dalam putusan MK tersebut akan ada pihak yang tidak puas. Kejadian-kejadian di Jakarta nanti yang penting dimonitor, tetapi yang lebih penting lagi bagaimana cara mengamankan masyarakat atau kondisi di wilayah tetap aman," katanya.

Ia berharap, masyarakat tak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin membuat gaduh.

Menurutnya, masyarakat hanya hendak dijadikan pion-pion, yang digunakan oleh kelompok tertentu guna mencapai tujuannya.

"Banyak masyarakat yang tidak tahu jelas persoalannya disulut amarahnya, untuk ambisi kelompok tertentu. Tugas aparat keamanan untuk bisa mendeteksi dini, serta melakukan pencegahan agar potensi kerawanan dapat diredam," pungkasnya. (Yayan Isro' Roziki)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved