Breaking News:

RSJD dr Amino Gondohutomo Klaim Tidak Ada Pasung, Melainkan Fiksasi. Ini Penjelasannya

dr Tinon Martanita, Sp.KJ, Psikiater Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Amino Gondohutomo Semarang menyebut tidak ada tindakan pasung terhadap pasien

TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
dr. Tinon Martanita, Sp.KJ, Psikiater Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Amino Gondohutomo sisi kiri bersama Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Tatik Murhayati M.Kes sisi kanan saat On Air di Radio Prambors, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - dr. Tinon Martanita, Sp.KJ, Psikiater Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Amino Gondohutomo Semarang menyebut tidak ada tindakan pasung terhadap pasien, melainkan fiksasi.

Apa itu?

Disampaikan usai menjadi narasumber dalam acara on air di Radio Prambors bertema "Peran Dinkes Jateng dalam Pencegahan Pengendalian, Rehabilitasi Masalah NAPZA" bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/6/2019), fiksasi sendiri dilakukan saat pasien dalam kondisi yang membahayakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

Ada dua cara yang dilakukan dalam fiksasi ini, yakni secara kimiawi dan mekanis.

Secara kimiawi, tindakan dilakukan dengan pemberian obat-obatan kepada pasien.

Sedangkan secara mekanis, dilakukan ketika hasil secara kimiawi tidak berhasil.

"Biasanya kami dahulukan dengan kimiawi, kami berikan obat-obatan antipsikotik supaya gelisahnya berkurang dan dia mungkin seringkali tertidur dulu dan bangunnya lebih tenang.

Apabila dengan fiksasi kimiawi tidak bagus, kami gunakan alat untuk mengikat pasien dari tali terbuat dari kain katun," paparnya.

Ia menjelaskan, fiksasi secara mekanis terpaksa dilakukan karena terkadang pasien bertindak membahayakan dirinya sendiri hingga orang lain.

Seperti membentur-benturkan kepalanya hingga tindakan memukul.

Sehingga, antisipasi perlu dilakukan.

"Biasanya kami juga setelah melakukan fiksasi mekanis, ada prosedur operasional. Jadi setiap bebera menit harus dilihat, kemudian 2 jam sekali ditemui untuk mengecek asupan makanannya, buang air kecilnya, dan lain-lain. Diusahakan jangan sampai lebih dari 4 jam," tukasnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved