48 Pelanggar Terjaring Razia Satlantas Polres Brebes, Mayoritas Tidak Bawa Surat Berkendara

Satlantas Polres Brebes menggelar razia kendaraan bermotor guna mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas di Kabupaten Brebes.

48 Pelanggar Terjaring Razia Satlantas Polres Brebes, Mayoritas Tidak Bawa Surat Berkendara
ISTIMEWA
Petugas Satlantas Polres Brebes memeriksa surat kendaraan bermotor pengguna jalan saat razia lalu lintas di Jalan Gajah Mada Kabupaten Brebes, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Satlantas Polres Brebes menggelar razia kendaraan bermotor guna mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas di Kabupaten Brebes.

Dalam razia yang digelar di Jalan Gajah Mada Kabupaten Brebes, petugas menjaring 48 pelanggar lalu lintas yang meliputi kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

"Ada 48 pelanggar kami tindak dalam razia. Kebanyakan dari mereka tidak menggunakan kelengkapan dalam mengemudi, baik sepeda motor maupun mobil," kata Kanit Laka Satlantas Polres Brebes, Iptu Prapto, Kamis (27/6/2019).

Ia memaparkan, dari hasil barang bukti yang ditilang petugas seperti tidak membawa surat kendaraan bermotor ada 30 orang, tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt) ada 6 orang.

Sisanya pelanggaran karena tidak menggunakan helm dan melawan arus.

"Penindakan pelanggaran itu menggunakan e-Tilang sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," jelasnya.

Dijelaskan Iptu Prapto, penindakan terhadap pengguna kendaraan bermotor dilakukan karena mereka melakukan pelanggaran dan membahayakan penumpang.

Seperti halnya angkutan terbuka yang dipergunakan untuk membawa orang.

"Tindakan persuasif dan preventif telah dilaksanakan melalui sosialisasi. Akan tetapi karena kesadaran berlalu lintas masih kurang seperti sebagian masyarakat yang masih kurang peduli pada keamanan berkendara, seperti tidak mengenakan helm serta tidak melengkapi diri dengan safety riding, terpaksa juga dilakukan penilangan," tegasnya.

Karena itu, Iptu Prapto mengimbau kepada pemakai jalan agar selalu tertib dan disiplin dalam berkendara karena pada umumnya pelanggaran merupakan sumber terjadinya ketidaklancaran, ketidaktertiban, dan kecelakaan lalu lintas.

"Adanya penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas merupakan tindakan awal yang perlu dilaksanakan sebelum situasi lalu lintas berkembang menjadi tidak lancar, tidak tertib, dan terjadi kecelakaan," pungkasnya. (M Zainal Arifin)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved