Dedy Yon Minta Minimarket Pelanggar Aturan Ditutup, Terancam Tak Ada Lagi Minimarket Baru di Tegal

Dua minimarket di Kota Tegal, tepatnya di Jalan AR Hakim dan Jalan Gajah Mada langgar aturan Pemkot Tegal.

Dedy Yon Minta Minimarket Pelanggar Aturan Ditutup, Terancam Tak Ada Lagi Minimarket Baru di Tegal
ISTIMEWA
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono meresmikan peluncuran e-Retribusi dengan memukul gong di Halaman Pasar Langon Kota Tegal, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dua minimarket di Kota Tegal, tepatnya di Jalan AR Hakim dan Jalan Gajah Mada langgar aturan Pemkot Tegal.

Keduanya melanggar regulasi jarak antara minimarket dengan pasar tradisional yang semestinya berjarak paling dekat 500 meter.

Minimarket di Jalan AR Hakim kurang dari 500 meter dari Pasar Kejambon, sedangkan minimarket di Jalan Gajah Mada berjarak 480 meter dari Pasar Pagi.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal Khaerul Huda mengatakan, pihaknya tidak akan memberi izin pembukaan minimarket lain sebelum minimarket di Jalan AR Hakim dan Jalan Gajah Mada ditutup.

"Mereka maksa buka. Kami sampaikan. Kami tidak akan merespon izin minimarket yang lain jika dua itu belum ditutup," kata Huda kepada Tribunjateng.com, Rabu (26/6/2019).

Huda mengatakan, di Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur ada minimarket yang sudah dibangun.

Namun hingga saat ini, ia belum memberikan izin beroperasinya minimarket tersebut.

Huda mengatakan, pihaknya akan memberi izin jika dua minimarket di Jalan AR Hakim dan Jalan Gajah Mada sudah ditutup.

"Di Slerok itu memenuhi. Tapi kami sudah janji kalau dua itu belum ditutup, tidak akan keluarkan rekomendasi," ungkapnya.

Ia pun menyayangkan, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) memberikan izin.

Menurutnya, apabila jarak minimarket kurang dari 500 meter dengan pasar, tidak perlu diberi izin.

"Mereka memaksakan diri. Mereka bilang ke kami sudah keluar banyak uang. Itu bukan urusan kami. Dari awal mengapa tidak dikonsultasikan dahulu," ujarnya.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mendukung langkah tegas Dinkop UKM dan Perdagangan.

Menurutnya, jangan sampai minimarket itu merugikan pendapatan warga di pasar- pasar tradisional.

"Dari awal pihak Pemkot pun sudah memberikan sosialisasi agar mereka paham regulasi yang ada. Bahwa ada batas yang berlaku," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved