Disdikbud Jateng Sampaikan 62% Lulusan SMK Terserap di Bidang Industri

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar jobfair bagi para pencari kerja terutama lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Ratusan Calon Siswa SMA dan SMK Se Jateng Mulai Melakukan Pendaftaran Sekolah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar jobfair bagi para pencari kerja terutama lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal tersebut sebagai salah satu langkah yang diambil oleh Disdikbud Jateng untuk menjawab stigma negatif dari banyak pihak bahwa SMK menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar.

Melalui Hari Wuljanto, Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Jateng menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembinaan agar lulusan SMK dapat bersaing di dunia industri satu di antaranya dengan menerpkan Inpress Nomor 9 tahun tentang revetalisasi SMK.

"Untuk meningkatkan kompetensi lulusan, SMK harus menyelaraskan kurikulum dan meningkatkan kerjasama dengan industri. Selain itu guru juga harus mengupgrade kompetensi dan lebih banyak diadakan sertifikasi kompetensi lulusan. Jadi kita tidak perlu menjawab stigma negatif tersebut dengan emosi. Cukup dengan kerja yang serius termasuk dengan industri," ujarnya pada Jobfair di SMK N 7 Semarang, Kamis, (27/6/2019).

Lebih lanjut, kata Heri, SMK Jateng menurut survei yang ia miliki pada tahun 2016 telah banyak yang dirangkul industri untuk dapat bekerja di sana. Sebanyak 62 persen lulusan SMK Jateng terserap di bidang Industri, 13 memilih melanjutkan perkuliahan dan sisanya menjadi wirausaha dan masih dalam masa tunggu kerja. Hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa lulusan SMK Jateng sebenarnya sudah produktif dan tidak lagi menyumbang angka pengganguran yang besar.

Selain itu, dengan kegiatan jobfair diharapkan mampu menjadi salah satu cara meningkatkan kerjasama dengan industri dimana mereka mempertemukan para lulusan dengan pelaku industri. Sehingga para lulusan dapat langsung mendaftar sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka.

Adapun untuk para pencari kerja ia berharap mereka lebih jeli dalam melihat karakter masing-masing disiplin, jujur dan bertanggung jawab ketika industri sudah mempercayakannya.

"Intinya para pencari kerja harus memiliki 3 karakter dasar diatas. Selain itu lainnya dapat mengikuti seperti bekerja keras dan lain sebagainya. Dan tak lupa pekerja harus membekali diri debgan skill dan kompetensi. Untuk masalah kompetensi baik lah perusahaan pasti akan mentraining, tapi untuk skill mereka harus mengembangkan saat di bangku sekolah dulu," terangnya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa lulusan SmK Jateng itu produktif dan hanya beberapa persen yang masih dalam masa tunggu kerja atau penggangguran. Dan untuk menuntaskan hal tersebut Disdikbud Jateng telah menfasilitasi dengan adanya jobfair ini sehingga mereka yang belum bekerja dapat mendaftar," lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Semarang terus berupaya mendorong masyarakat untuk berwirausaha sesui kompetensi yang dimiliki.

Melalui Kepala Disnaker Kota Semarang, Iwan Budi Setiawan, Disnaker sudah memberikan beberapa pelatihan yang dapat menunjang kompetensi masyarakat, namun hal itu belum maksimal.

"Yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, ketika kita berikan kompetensi dan sertifikasi, akan ketampung di mana. Karena lowongannya kita yang ada saat ini tidak banyak," jelasnya, beberapa waktu lalu.

Karenanya, Disnaker mengarahkan masyarakat untuk mengembangkan diri pada sektor wirausaha. Menurutnya, revolusi industri saat ini memudahkan kita untuk berwirausaha.

"Kita kembangkan mereka menjadi orang yang inovatif, kreatif dan mempunyai daya juang tinggi," paparnya.

"Kalau hanya mengejar pendidikan saja, umur kita terlalu tua dan tidak bisa masuk dalam dunia kerja, industri mayoritas mencari yang muda-muda.

"Untuk itu, salah satu bentuk dukungan dari kita adalah, pelatihan pengelolaan medsos, membuat website dan juga administrasi dalam dunia online," lanjut Iwan.

Ia menambahkan, pelatihan yang diberikan Disnaker sudah mengarah ke arah pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan untuk wirausaha melalui dunia digital, tidak hanya tentang design grafis dan juga office saja.

"Untuk mewujudkan hal ini, semua element harus bersinergi, mulai dari Disnaker, Dinas Pendidikan dan juga masyarakat," pungkasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved