Hore! Kabupaten Sragen Akan Bangun Mall Pelayanan Publik, Targetkan 2020 Mulai Dibangun

Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen terus memperbaiki kualitas dalam melayani masyarakat.

Hore! Kabupaten Sragen Akan Bangun Mall Pelayanan Publik, Targetkan 2020 Mulai Dibangun
TRIBUN JATENG/ MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen terus memperbaiki kualitas dalam melayani masyarakat.

Salah satu upaya untuk mewujudkannya, Kabupaten Sragen akan membangun mall pelayanan publik.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada Tribunjateng.com mengatakan Pemerintah Sragen akan segera membangun mall pelayanan publik.

"Sragen saja menjadi rujukan dari daerah lain, banyak yang belajar sistem pelayanan satu pintu karena paling awal, tapi untuk mall pelayanan publik kami memang belum punya," ujar Yuni, Kamis (27/6/2019).

Yuni menyampaikan sempat disentil pemerintah pusat karena Banyumas yang telah memiliki mall pelayanan publik pertama di Jawa Tengah, sedangkan Sragen belum.

"Saya sampaikan Sragen siap, Alhamdulillah kami sudah menyiapkan lahan, ada tanah milik kita yang belum terpakai," ujar Yuni.

Bupati menyampaikan, mall pelayanan publik akan melibatkan instansi-instansi yang lain baik itu imigrasi, kepolisian, BPN, Samsat, BPJS dan masih banyak lagi.

Yuni menyapaikan untuk pelayanan, pihaknya akan lebih spesifik terlebih dahulu, agar bisa berjalan dengan baik di 2020.

Dirinya menyapaikan terkait mall pelayanan publik, pihaknya masih dalam pembahasan. "Apakah mall pelayanan hanya semacam outlet lalu back office di masing-masing unit atau menggunakan teknologi front office dan back officenya akan terhubung?," Ujar Yuni.

Hal-hal yang memerlukan praktek seperti ujian praktek membuat SIM apakah harus ke Polres atau dijadikan satu, Yuni mengaku masih pelu diicarakan dengan teman-teman kepolisian.

"Banyak yang harus dikerjasamakan, karena itu menentukan luas wilayah kantor yang akan kita bangun," ujar Yuni.

Yuni menyampaikan lahan yang akan digunakan sekitar 3000 meter, namun masih perlu dikaji, karena juga membutuhkan ruang parkir yang nyaman.

Perihal tempat, pihaknya masih merahasiakan. "Yang jelas harus terjangkau oleh masyarakat, transportasi mudah dan tentunya di Sragen Kota," ujar Yuni.

Dana yang digunakan nantinya ialah anggaran APBD 2020 dan dana dari Pemerintah Pusat karena memerlukan biaya yang cukup besar. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved