Krisis Air Bersih Mulai Melanda Purbalingga, Awal Musim Kemarau Ada Enam Desa

Sejumlah desa rawan kekeringan telah mengajukan permintaan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Purbalingga karena dilanda krisis air bersih.

Krisis Air Bersih Mulai Melanda Purbalingga, Awal Musim Kemarau Ada Enam Desa
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
warga Desa Karangjengkol Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga mengantre air bersih dari BPBD, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Dampak kekeringan di Kabupaten Purbalingga sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat.

Sejumlah desa rawan kekeringan telah mengajukan permintaan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Purbalingga karena dilanda krisis air bersih.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Purbalingga, Muhsoni mengatakan, hingga saat ini, terdapat enam desa di lima kecamatan Kabupaten Purbalingga memohon bantuan air bersih ke pemerintah.

Desa-desa itu meliputi Desa Panunggalan Kecamatan Pengandegan, Desa Tamansari Kecamatan Karangmoncol, Desa Bandingan Kecamatan Kejobong, Desa Karangcegak dan Desa Karangjengkol Kecamatan Kutasari, serta Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar.

BPBP pun telah mulai mendistribusikan air bersih ke desa-desa tersebut masing-masing sebanyak 2 tangki hingga 3 tangki air bersih mulai 24 Juni 2019 lalu.

Total 13 tangki air bersih telah terdistribusikan dengan satu tangki berkapasitas 5 ribu liter air bersih.

"Kondisi saat ini sudah kelihatan musim kering. Sehingga ada beberapa desa yang meminta bantuan," katanya.

Saat truk-truk tangki pengangkut air bersih melaju ke jalan desa, masyarakat sudah bersiap.

Mereka mengantre dengan cara menjejerkan ember atau jerigen di dekat mobil tangki.

Petugas mengucurkan air bersih ke masing-masing wadah itu melalui selang yang terhubung ke tangki.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved