Nilai Investasi di Batang Capai Rp 10 Triliun, Terbesar Kedua Se-Jawa Tengah

Menggeliatnya dunia usaha di Kabupaten Batang mulai menampak, terlihat nilai investasi dua terbesar di Jawa Tengah yang mencapai Rp 10 Triliun.

Nilai Investasi di Batang Capai Rp 10 Triliun, Terbesar Kedua Se-Jawa Tengah
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Bupati Wihaji saat berkunjung ke Kebun Paprika milik Kelompok Tani Peni Murni di Desa Deles Kecamatan Bawang, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menggeliatnya dunia usaha di Kabupaten Batang mulai menampak, terlihat nilai investasi dua terbesar di Jawa Tengah yang mencapai Rp 10 Triliun.

"Saya Menyakini 5 tahun kedepan Batang peningkatan ekonominya sangat luar biasa, iklim investasi sangat nyaman dan kondusif, hanya saja masih menunggu Pengesahan Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah," ujar Bupati Batang Wihaji saat temu Pengusaha di Hotel Sendangsari Batang, Rabu ( 26/6/2019).

Dikatakannya, daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di Batang, karena memiliki sumber energi listrik, sumber air, tanah dan tenaga kerja yang tentunya menjadi kekuatan menarik investor.

Juga didukung pula akses infrastruktut pelabuhan niaga, stasiun kereta api, jalan nasional maupun jalan tol.

"Kabupaten Batang menjadi alternatif tempat industri baru setelah Kota Semarang dan Kendal, Kita pun sudah siapkan empat usulkan kawasan industri dalam perubahan Perda RTRW," jelas Wihaji.

Dalam regulasi perijinan untuk lebih transparan dan akuntabel, Pemkab memanjakan investor dengan memanfaatkan kemajuan Informasi Teknologi ( IT) cukup membuka aplikasi Batang Spatial System tentang tata ruang berbasis web dan android.

“Ini untuk peningkatan kulitas pelayanan publik tentang tata ruang bagi investor, dengan aplikasi ini masyarakat bisa mengurus segala perijianan investasi tentang tata ruang yang dalam hitungan hari sudah bisa selesai,” imbuhnya.

Di hadapan pengusaha Wihaji meminta ada sinergitas antara investor dan pengusaha untuk ikut menata kota Batang, setidaknya menyisihkan CSR untuk pembuatan taman kota, jambanisasi, bantuan pembangunan RTLH, Beasiswa, dan ikut menciptakan wirausaha baru serta mendukung detinasi wisata Batang.

"Bukan kami menekan CSR perushaan, tapi mengarahkan agar ada sinergitas Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bayang," ujarnya

Dikesempatan tersebut Wihaji siap berkomunikasi dengan investor dan pengusaha untuk kemajuan Kabupaten Batang, karena kami harapkan ada keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan.

Sementara Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR ) Yulianto mengatakan, kegiatan selain mempererat tali silaturahmi antar anggota forum agar saling kenal saling tukar-menukar informasi.

"Silaturahmi ini menjadi media pembangunan model penerapan CSR di Kabupaten Batang dan media pembelajaran bagi seluruh anggota forum serta meningkatkan motivasi perusahaan untuk terus melakukan inovasi yang mengacu pada formulasi strategi bisnis," ujar Yulianto yang juga Direktur PDAM Batang.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan CSR dari BRI cabang Batang sebesar Rp 97 Juta untuk Sarana Prasna Hutan Kota, dan CSR Bank Jateng Rp 50 juta, bantuan tetswbut disarhkan oleh Pimpinan Bank kepada Ketua Tim Penggetak PKK Uni Kuslantasih Wihaji.(*)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved