Perlunya Konstruksi Tahan Gempa di Indonesia, Prof Sri Tujono: Rusak Boleh Tapi Tak Boleh Runtuh

Potensi gempa di Indonesia cukup tinggi karena beberapa pulaunya berada di perbatasan lempengan bumi diperlukan upaya penanganan dari segi konstruksi.

Perlunya Konstruksi Tahan Gempa di Indonesia, Prof Sri Tujono: Rusak Boleh Tapi Tak Boleh Runtuh
ISTIMEWA
Prof Sri Tujono, Guru Besar Teknik Sipil Undip menyampaikan materi pada Seminar Nasional Teknik di Auditorium Ir Widjatmoko Kota Semarang, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Potensi gempa di Indonesia cukup tinggi karena beberapa pulaunya berada di perbatasan lempengan bumi.

Melihat hal itu, diperlukan upaya penanganan termasuk dari segi konstruksi.

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil (HMJTS) Universitas Semarang (USM) menggelar seminar nasional bertajuk 'Inovasi Konstruksi Tahan Gempa Berkelanjutan' di Auditorium Ir Widjatmoko, USM, Kamis (27/6/2019).

Narasumber di antaranya Guru Besar Teknik Sipil Undip Prof Sri Tujono, Mukhlis Sunarso Manajer Pengembangan Produk PT Wijaya Karya Beton Pusat, Dr Sudanti Dosen Teknik Sipil USM.

Membuka acara, Wakil Dekan 1 FT USM, Ir Bambang Tutuko menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk upaya menambah motivasi mahasiswa teknik memberikan kontribusi menangani bencana gempa.

"Dari kegiatan ini mahasiswa bisa mengambil peran berhubungan dengan penanggulangan gempa," papar dia.

Ia menilai intensitas gempa di Indonesia semakin meningkat di masa depan.

Maka, mahasiswa teknik lebih termotivasi memberikan kontribusinya.

Dalam materinya, Prof Sri Tujono menilai manusia tak bisa melawan gempa yang terjadi.

Namun, pembangunan harus memiliki sifat 'rusak boleh, tapi tak boleh runtuh' saat gempa terjadi.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved