PKL Alun-alun Banjarnegara Dipindah ke Pusat Kuliner
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mensterilkan kawasan alun-alun kota dari aktifitas komersial.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mensterilkan kawasan alun-alun kota dari aktifitas komersial.
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di seputar alun-alun Kabupaten Banjarnegara pun terpaksa dipindahkan ke pusat kuliner Banjarnegara.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono berdalih, relokasi PKL dilakukan karena pemerintah ingin membenahi alun-alun agar lebih tertata.
Di antaranya memastikan kawasan itu tidak diperuntukkan untuk kegiatan komersial, kecuali pada kegiatan Car Free Day.
Budhi mengklaim, sebelum pemindahan PKL, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan para pedagang. Pasca pemindahan kemarin, alun-alun kini telah steril dari PKL.
"Pengecualian saat car free day setiap hari Minggu dari pukul 06.00 sampai 08.00 WIB. Di luar itu, alun-alun tidak boleh digunakan untuk berjualan,” imbuhnya.
Pasca pemindahan PKL, Budhi bersama jajarannya sempat memeriksa gorong-gorong (drainase) alun-alun Banjarnegara, Rabu (26/6). Ternyata, setelah dibongkar, bupati menenukan sampah menumpuk di dalamnya.
Sampah yang menumpuk itu lantas diangkut dengan mobil sampah, serta salurannya dibersihkan. Rencananya, gorong-gorong tersebut akan dibongkar sekalian lalu ditutup strimin besi agar mudah membersihkannya.
"Rencananya kita tata lagi, kita bongkar gorong-gorongnya jadi selokan, kemudian ditutup strimin besi," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembersihan-alun-alun-banjarnegara-usai-pemindahan-pkl-ke-pusat-kuliner.jpg)