Uang Dikorupsi, Puluhan Nasabah Bank Salatiga Gelar Aksi Tuntut Pengembalian

"Ada almarhum Joko Triono sebesar Rp 67,8 juta, Maskasno sebesar Rp 128,5 juta dan Bambang Sanyoto sebesar Rp 118,3 juta," katanya

Uang Dikorupsi, Puluhan Nasabah Bank Salatiga Gelar Aksi Tuntut Pengembalian
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Puluhan nasabah Bank Salatiga melakukan aksi demontrasi di depan Bank Salatiga Jalan Diponegoro No 10 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Puluhan nasabah Bank Salatiga yang hingga sekarang uang mereka belum kembali lantaran dikorupsi sejumlah oknum mendatangi Bank Salatiga di Jalan Diponegoro No 10 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (27/6/2019).

Kedatangan puluhan nasabah korban Bank Salatiga itu untuk menuntut kejelasan uang tabungan mereka yang dikorupsi total kerugian mencapai belasan miliar rupiah.

Perwakilan nasabah korban Bank Salatiga Liliana (45) warga Sidomukti mengatakan para korban telah menunggu hampir setahun lamanya dan belum melihat ada iktikad baik.

"Jadi total kerugian para korban khususnya yang ikut demo ini ada sekira Rp 14 miliar.

Dulu para sales atau marketing Bank Salatiga mendatangi kami agar menabung.

Sekarang ketika kami hendak meminta uang dikembalikan malah dipersulit," terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (27/6/2019)

Hotman Paris Tawarkan Loker Ngelap Ban Lamborghini, Gaji Rp 10 Juta per Bulan!

Masih Ingat Manusia Kayu Asal Sragen? Begini Kondisi Bu Sulami Sekarang

SA Nekat Berhubungan Intim dengan Pacar saat Sang Bibi Tertidur, Tertangkap Basah di Tengah Malam

Ucapan Politisi PDIP Ahmad Basarah Bikin Fadli Zon dan Fahri Hamzah Mengangguk-angguk

Terkait kasus Bank Salatiga tersebut, pengadilan negeri Semarang telah menetapkan mantan Dirut PD BPR Bank Salatiga M Habib Shaleh sebagai tersangka atas kelalaian selama menjabat sejak tahun 2008 hingga 2018 dan membuat bank merugi sebesar Rp 24,7 miliar.

Berdasarkan keterangan tersangka itu, beberapa nama diduga turut menggunakan uang nasabah.

Di antaranya Sunarti dan Dwi Widiyanto untuk menutup selisih tabungan nasabah yang digunakan kepentingan pribadi pegawai bank.

"Ada almarhum Joko Triono sebesar Rp 67,8 juta, Maskasno sebesar Rp 128,5 juta, dan Bambang Sanyoto sebesar Rp 118,3 juta," katanya

Selain itu, juga digunakan untuk angsuran kredit almarhum Joko Triyono Rp 175 juta dan Maskasno Rp 94,8 juta.

Jumlah totalnya kurang lebih Rp 584 juta.

Sedangkan sisanya lanjut Habib, berdasarkan keterangan Sunarti dan Dwi Widiyanto digunakan untuk menutup kredit instansi, memberi hadiah, membayar kredit macet atau memperbaiki NPL, cash back, dan deposito nasabah.

Untuk sementara para korban kini masih melakukan audiensi dengan Dirut Bank Salatiga sekarang, Dartho Supriyadi. (ris)

Kecelakaan Truk di Jalan Tol Pemalang-Batang KM 335 Diduga Karena Sopir Pengangkut Jeruk Mengantuk

Tersangka Pencabulan Nikahi Korbannya yang Sedang Hamil, Bagaimana Proses Hukumnya?

Reskrim Polres Purworejo Kejar Nurkasan Hingga ke Kota Bandung, Ternyata Kasusnya Banyak

Seperti Apa Riwayat Pendidikan Komar hingga Diduga Palsukan Ijazah? Ini Penjelasan Pengacara

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved