Dinkes Kabupaten Pekalongan Soroti Kasus Demam Berdarah: Fogging Jadi Cara Terakhir Berantas Nyamuk

Tahun ini terjadi peningkatan kasus demam berdarah di Kabupaten Pekalongan dibandingkan pada bulan sama pada 2018 lalu.

Dinkes Kabupaten Pekalongan Soroti Kasus Demam Berdarah: Fogging Jadi Cara Terakhir Berantas Nyamuk
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Kepala Dinas Kesehatan Kabupeten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Tahun ini terjadi peningkatan kasus demam berdarah di Kabupaten Pekalongan dibandingkan pada bulan sama pada 2018 lalu.

Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro mengatakan, mulai Januari hingga Juni 2019 sudah ada 132 kasus demam berdarah di wilayahnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah mencegah penularan penyakit deman berdarah.

"Ada dua upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi serangan deman berdarah yaitu fogging dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," kata Setiawan Dwi Antoro saat ditemui Tribunjateng.com di kantornya, Jumat (28/6/2019).

Menurut dirinya, fogging dilakukan Dinkes untuk memberantas nyamuk dewasa.

Sedangkan, PSN dilakukan masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungannya masing-masing.

"Fogging satu upaya kami untuk memutus mata rantai penularan DB. Tapi diutamakan lebih ke PSN karena fogging yang mati hanya nyamuk dewasa. Jika sarang nyamuknya diberantas, telur-telurnya juga mati. Dua-duanya harus jalan," ujarnya.

Setiawan menyebutkan, Kabupaten Pekalongan merupakan daerah endemis demam berdarah, sehingga sangat perlu kewaspadaan dengan dilakukan PSN dan fogging.

Namun, ke depan pihaknya meminta fogging menjadi alternatif terakhir.

"Fogging ini adalah alternatif terakhir. Apabila di situ benar-benar ada kasus deman berdarah yang dibuktikan dengan laboratorium. Agar tidak terjadi penularan di sekitar lingkungan tersebut, kami lakukan fogging," jelasnya.

Menurutnya, fogging merupakan semprotan racun, sehingga harus hati-hati karena apabila cara penindakannya tidak tepat bisa berbahaya bagi petugasnya.

"Yang disemprot itu racun, kalau tidak tepat penindakannya bisa menghantam petugasnya, arah angin harus tepat dan waktu juga harus pagi hari atau sore hari ketika nyamuknya masih di dalam," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, di Kabupaten Pekalongan yang endemis demam berdarah adalah Kecamatan Karanganyar, Kedungwuni, Wonopringgo, dan Kajen.

"Musim pancaroba seperti saat ini, genangan air sudah mulai sedikit, suhu naik, nyamuk mulai menetas dan itu yang harus waspadai," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved