Mengintip Kerajinan Gedek di Purbalingga, Bahan Bangunan Tradisional yang Kian Ditinggalkan

Sebagian masyarakat modern menempatkan rumah bukan sekadar tempat berteduh dari panas maupun hujan.

Mengintip Kerajinan Gedek di Purbalingga, Bahan Bangunan Tradisional yang Kian Ditinggalkan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Mawireja menganyam gedek di rumahnya desa Banjaran Bojongsari Purbalingga 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Sebagian masyarakat modern menempatkan rumah bukan sekadar tempat berteduh dari panas maupun hujan.

Lebih dari itu, rumah dianggap representasi kelas sosial penghuninya.

Karenanya, wajar mereka berlomba mendirikan rumah untuk menaikkan statusnya di masyarakat.

Bangunan dengan struktur beton pastinya, masih menjadi primadona masyarakat kini.

Rumah berbahan kayu, kecuali kayu tertentu yang harganya mahal, semakin tak dilirik karena dianggap ketinggalan zaman.

Apalagi rumah berbahan anyaman bambu atau gedek yang lebih jauh ditinggalkan.

Bahkan kadan rumah gedek dicitrakan lebih terbelakang.

Penghuninya dianggap kalangan lemah dalam strata ekonomi masyarakat.

Lihat saja, pemilik rumah berbahan gedek di berbagai daerah kerap menjadi sasaran program bedah rumah.

Pandangan ini mungkin juga beralasan.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved