Merger Sekolah Kurang Siswa Bisa Dilakukan, Disdikbud Jateng: Tapi Perlu Kajian Lebih Matang

Sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik diusulkan untuk melebur dengan sekolah lain yang juga mengalami kekurangan.

Merger Sekolah Kurang Siswa Bisa Dilakukan, Disdikbud Jateng: Tapi Perlu Kajian Lebih Matang
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Calon peserta didik mengantri mendaftar di SMP Negeri 1 Brangsong, Kabupaten Kendal, Senin (17/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik diusulkan untuk melebur dengan sekolah lain yang juga mengalami kekurangan.

Namun usulan tersebut masih dalam jarak yang berdekatan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih pada saat kunjungan kerja di Kabupaten Kendal, Kamis (28/6/2019) saat mengetahui ada dua SMA Negeri di Kendal yang kurang mendapatkan minat dari para calon peserta didik.

Yakni di SMA Negeri 1 Patean dan SMA Negeri 2 Sukorejo.

Di SMA Negeri 1 Patean, baru lima calon peserta didik yang melakukan verifikasi berkas Penerimaan Peserta DIdik Baru (PPDB).

Padahal daya tampungnya sebanyak 108 siswa.

Sedangkan di SMA Negeri 2 Sukorejo baru 38 calon peserta didik, sedangkan daya tampung sekolah itu sebanyak 216 siswa.

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang XIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Santoso mengatakan, merger sekolah yang mengalami kekurangan siswa harus melalui kajian terlebih dahulu.

"Harus dikaji dahulu. Jika dilakukan merger, harus ada salah satu sekolah yang ditutup," katanya, Jumat (28/6/2019).

Pada sistem PPDB ini ada sekolah yang mengalami pembudlakan calon peserta didik yang melakukan verifikasi berkas PPDB dan ada juga yang sepi akan siswa yang melakukan verifikasi berkas.

"Sistem zonasi dilakukan agar terjadi pemerataan siswa di sekolah. Namun juga dilakukan pemeratanan kualitas pendidikan di tiap wilayah seperti melakukan pengoptimalan sekolah swasta agar memiliki kualitas sama bahkan di atas sekolah negeri sehingga tetap mendapatkan hak pendidikan mereka," katanya.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Sulistyo.

Ia mengatakan, jika melakukan peleburan sekolah yang mengalami kekurangan siswa maka perlu pengkajian yang sangat matang.

Menurutnya, meleburkan dua sekolah tidak hanya memindahkan siswa saja namun urusan administrasi sekolah juga dilakukan penyesuaian.

"Hal itu perlu dikaji, terlebih proses pendaftaran peserta didik belum selesai. Nantinya sekolah yang kekurangan akan mendapatkan limpahan dari sekolah terdekat yang kelebihan siswa," pungkasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved