22 Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia Hadir di Seminar Fakdakom UIN Walisongo Semarang

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Fakuktas Dakwah dan Komunikasi (Fakdakom) kembali menggelar seminar dan diskusi.

22 Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia Hadir di Seminar Fakdakom UIN Walisongo Semarang
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Penyerahan cenderamata oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Dr H Awaludin Pimay, Lc., M.Ag (baju putih) kepada para pakar dakwah yang telah memberikan materi seminar dalam acara Annual Conference on Da'wah and Communication II, Jumat dan Sabtu (28 -29/6/2019) di Hotel Harris Jalan Ki Mangunsarkoro No.36, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Fakuktas Dakwah dan Komunikasi (Fakdakom) kembali menggelar seminar dan diskusi bersama para pakar dan dosen ilmu dakwah se-Indonesia.

Kegiatan bertajuk Annual Conference on Da'wah and Communication II tersebut berlangsung selama dua hari, 28-29 Juni 2019 di Hotel Harris Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 36, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang dengan mengangkat tema "Revitalisasi Gerakan Dakwah Islam di Era Disrupsi: Menuju Gerakan Dakwah Humanis -Transformatif Berbasis Local Wisdom".

Selain menghadirkan para dosen dari 22 perguruan tinggi islam se-Indonesia, juga menghadirkan 3 orang pakar dalam bidang keilmuan dakwah.

Ketiganya merupakan Prof dr moh Ali Aziz pakar dakwah dari UIN Sunan Ampel Surabaya membahas tentang Dakwah dan Revitalisasi Local Wisdom di Era Revolusi Industri, Ir Subejo Ahli Penyuluhan dari UGM Yogyakarta membahas tentang Peran Startegis Penyuluh Agama dalam Gerakan Dakwah di Era Disrupsi, dan Dr H Muhammad Sulthon selaku praktisi dakwah dari UIN Walisongo membahas tentang Dakwah Humanis-Transformatif Berbasis Local Wisdom.

Seminar berlangsung di hari Sabtu selama kurang lebih 5 jam dengan moderator Dr H Ali Imron.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. H. Najahan Musyafak, M.A, mengatakan, kegiatan ACDC tersebut merupakan kali kedua yang biasa dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.

Pertemuan para tokoh dakwah tersebut diikuti kurang lebih 100-an peserta baik dalam lingkungan praktisi dakwah maupun mahasiswa terkait.

"Jadi ACDC ini mempertemukan para pakar dakwah dari ke-5 jurusan yaitu KPI, BPI, MD, PMI, MHI. Nah diadakan seminar dengan pembicara dari berbagai pakar digunakan sebagai pemantiknya. Dilanjutkan pada sesi pleno masing-masing prodi untuk membahas permasalahan yang ada di dalam masyarakat, melibatkan multi aktor merumuskan sebuah konsep yang tepat cepat dan akurat," jelas Najahan, Sabtu (29/6/2019) malam.

Lebih lanjut, keberlangsungan kegiatan tersebut menurutnya diharapkan dapat memenuhi cita-cita Dakwah untuk membangun ummat yang baik dan sejahtera.

"Kebutuhan masyarakat seperti apa,sehingga konsentrasi merumuskan pola strateginya dari berbagai perguruan tinggi islam. Sehingga menghasilkan diversifikasi persoalan yang ada di masing-masing daerah guna dicari formulanya," jelas Najahan.

"Kenapa 2 tahun sekali, karena Ilmu dakwah harus dibahas terus. Dakwah dinamis mengikuti perkembangan jaman.

Adanya penelitian-penilitian karya-karya harus dipublikasikan dan disosialisasikan. Saatnya berfikir global namun berperilaku lokal," lanjutnya.

Ketua penyelenggara, Maryatul Kibtyah, M.Pd menambahkan, selain diadakan seminar, pihaknya juga memberikan forum diakusi yang mana memberikan kesempatan kepada para dosen untuk bisa memaparkan karya dan penilitiannya sesuai keilmuan dan bidangnya masing-masing.

"Dalam setiap kesempatan ACDC ini kami hatapkan tentunya ada terobosan-terobosan baru dalam hal pemecahan masalah-masalah yang ada di masyarakat. Terkait kekomunikasian kemudiaan penyuluhan maupun manegemennya," pungkas Masyatul. (sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved