Indra Bekti Jadi Wayang di Taman Indonesia Kaya Semarang, Begini Keseruannya

Merayakan HUT ke 472 Kota Semarang, Pemkot Semarang selenggarakan pagelaran wayang guyon bertajuk ‘Punakawan The Peace Maker’ di Taman Indonesia Kaya.

Indra Bekti Jadi Wayang di Taman Indonesia Kaya Semarang, Begini Keseruannya
ISTIMEWA
Pementasan wayang orang berjudul Punakawan The Peace Maker di Taman Indonesia Kaya Semarang, Jumat (28/6/2019) malam. Pertunjukkan ini diisi para pejabat Pemkot Semarang dan Jurnalis Semarang. 

Selama kurang lebih satu setengah jam, Punakawan The Peace Maker yang dalam tradisi dikenal dengan Punakawan Sungging, menceritakan tentang liku-liku cinta antara Abimanyu (Faizal Affan Tribun Jateng) dan Siti Sendari (Indy Barends), yang dibumbui canda dan romantika.

Sebagaimana motif cerita Panji di dalam cerita ini ada penyamaran, percintaan, petualangan, konflik lalu diakhiri dengan akhir yang bahagia.

Singkat cerita, seorang Resi bernama Begawan Jolo Watoro mempunyai anak pungut, seorang gadis bernama Endang Nirasmara.

Keelokan wajahnya mengundang banyak pelamar datang untuk mempersuntingnya.

Nirasmara kemudian mengumumkan sayembara untuk mencari pasangan hidup.

Datanglah para pelamar dari seluruh penjuru negeri, bahkan para konglomerat, saudagar dari Tionghoa dan pedagang dari Arab yang awalnya akan melakukan bisnis di SemarGress (Semarang Great Sale) justru ikut melamar Endang Nirasmara.

Prabu Bolodewo, Raja Mandura, datang melamar untuk Pangeran Lesmono, Putera Mahkota Astina.

Para Punakawan, Gareng, Petruk dan Bagong juga datang melamar, mereka diutus oleh Semar melamar Nirasmara untuk dijodohkan dengan Joko Panandhang, anak pungut Semar.

Nirasmara kemudian mengumumkan syarat, siapapun boleh meminangnya asalkan bisa menghadirkan Pandawa, Kresno, dan Bolodewo lengkap dengan pusakanya.

Prabu Bolodewo segera pergi ke Amarta, di sana ia minta kepada Pandawa dan Kresno untuk membantunya meminjamkan pusaka dan hadir ketika Punakawan melapor ke Semar mengenai syarat yang diminta Nirasmara.

Semar lalu memanggil Wisanggeni untuk mencari solusi. Wisanggeni kemudian menyulap para Punakawan, Togog dan Mbilung menyamar sebagai Pandawa, Kresno dan Bolodewo.

Kelucuan, kekonyolan, kekikukan pasti terjadi ketika para Punakawan itu memerankan tokoh Pandawa, Kresno dan Bolodewo.

Wajah dan busana sudah berubah, tetapi perilaku dan mentalitas tidak berubah.

Halaman
123
Penulis: faisal affan
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved