LUIS Desak Pemkot Solo Hentikan Penjualan Daging Anjing, Contoh Pemkab Karanganyar

Laskar Umat Islam Solo (LUIS) meminta pemerintah kota mencontoh kebijakan penutupan warung makan daging anjing oleh Pemkab Karanganyar.

LUIS Desak Pemkot Solo Hentikan Penjualan Daging Anjing, Contoh Pemkab Karanganyar
Reuters
Seekor anjing yang dikeluarkan dari kerangkeng untuk diikutsertakan dalam festival memakan daging anjing di china 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Laskar Umat Islam Solo (LUIS) meminta pemerintah kota mencontoh kebijakan penutupan warung makan daging anjing oleh Pemkab Karanganyar.

Humas LUIS, Endro Sudarsono berpendapat langkah Pemkab Karanganyar menetapkan kebijakan itu cukup berani dan patut ditiru kepala daerah se-Jawa Tengah.

"LUIS secara tegas mendukung kebijakan Bupati Karanganyar. Kami mengapresiasinya. Itu selaras langkah Komunitas Dog Meat Free Indonesia yang kontinyu mengkampanyekan haramnya daging anjing," kata Endro, Minggu (30/6/2019).

Dia menegaskan daging anjing dalam hukum Islam adalah haram.

Ada dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.

Menurut Endro, konsumsi anjing juga bisa mengakibatkan infeksi karena mengandung E Coli 107, salmonela, antraks, hepatitis dan leptospirosis.

"LUIS berharap ada kebijakan berupa Peraturan Bupati (Perbub) ataupun Peraturan Walikota (Perwali) untuk mengatur, membatasi, ataupun melarang mengkonsumsi daging anjing. Dalam pelaksanaan tentu saja perlu waktu yang cukup untuk sosialisasi terhadappara pedagang anjing," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo berujar akan mengkaji pelarangan warung makan berbahan olahan daging anjing.

Dia lebih menanggapi soal pemberian vaksin sekaligus pemeriksaan kesehatan anjing sebelum disembelih untuk dikonsumsi.

"Yang penting daging itu layak dikonsumsi dan higienis. Itu nanti ada aturannya sendiri," ujarnya. (Dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved