Solo Jadi Kota Favorit Kedua Peredaran Narkoba di Jawa Tengah, Peringkat Pertama Semarang

Badan Nasional Narkotika (BNN) Jawa Tengah merilis data peredaran narkoba di Kota Surakarta masuk peringkat kedua setelah Semarang.

Solo Jadi Kota Favorit Kedua Peredaran Narkoba di Jawa Tengah, Peringkat Pertama Semarang
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
BNNP Jateng melakukan kampanye Hari Antinarkoba di Car Free Day (CFD) Solo, kawasan Sriwedari, Minggu (30/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Badan Nasional Narkotika (BNN) Jawa Tengah merilis data peredaran narkoba di Kota Surakarta masuk peringkat kedua setelah Semarang.

Ditampilkan data Januari-Juni 2019, ada 20 kasus narkoba di kota berjuluk The Spirit of Java itu.

Ada 15 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Jumlah tersebut masih bisa bertambah, bila masyarakat tidak berperan aktif melaporkan temuan peredaran narkoba.

Kepala BNN Jawa Tengah, Brigjend Pol Benny Gunawan mengimbau masyarakat tidak mentolerir segala aktivitas berbau narkoba.

"Laporkan! Jangan ditutupi atau pura-pura tidak tahu. Ini demi generasi kita. Kami sudah membentuk BNN Kota Surakarta, silakan warga berpartisipasi untuk pelaporannya," kata dia saat Kampanye Hari Antinarkoba di Car Free Day (CFD), Kawasan Sriwedari, Minggu (30/6/2019).

Brigjend Pol Benny menyampaikan BNNK Surakarta sudah dibentuk sekitar satu tahun ini.

Kasus terbaru adalah penangkapan tiga orang pengguna narkoba di salah satu tempat hiburan malam, wilayah Jalan Mangkubumen Surakarta, beberapa waktu lalu.

Satu dari tiga orang itu seorang residivis berkasus serupa.

"Mereka ditangkap saat sidak melalui cek urine. Mereka terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu. Tindak lanjutnya berupa rehabilitasi selama tiga bulan," tambah Brigjend Pol Benny. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved