Breaking News:

ASAL USUL

Asal Usul Nama Desa Kebocoran di Banyumas, Kisah Kamandaka dari Pajajaran dan Dewi Ciptarasa

Sebuah desa di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bernama Kebocoran.

TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Warga melintas di bawah Gapura Desa Kebocoran di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (28/6/2019). 

Ayam jago kesayangan Kamandaka yang terbaik dinamakan "Mercu".

Kala itu ayahnya, Prabu Siliwangi di Pajajaran merasa gelisah akan keberadaan anaknya Banyak Catra atau Raden Kamandaka.

Karena merasa khawatir, dia lalu memerintahkan putranya Raden Banyak Ngampar, yang sedang bertapa supaya mencari kakaknya, Raden Kamandaka.

Banyak Ngampar pergi dengan memakai nama samaran Raden Silihwarni.

Dia langsung menuju Kadipaten Pasirluhur untuk mengabdikan diri sekaligus mencari keberadaan kakaknya tersebut.

Selang beberapa waktu, terdengar kabar Kamandaka masih hidup dan berada di suatu desa sebagai penyabung ayam.

Mendengar kabar itu, Adipati Kandhadaha menjadi murka dan membuat sayembara untuk membunuh Kamandaka.

Raden Silihwarni mengikuti sayembara tersebut, namun dia sama sekali tidak mengetahui Kamandaka itu adalah Raden Banyak Catra, kakak kandungnya sendiri.

Silihwarni datang ke tempat sabung ayam dengan membawa ayam jago yang dikakinya sudah dipasangi Patrem (keris kecil) pada taji jagonya.

Ketika akan berhadapan dengan Kamandaka, Silihwarni melemparkan jagonya ke arah Kamandaka.

Lambung kiri Kamandaka luka tersabet keris yang berada di kaki jago.

Setelah peristiwa pertarungan sabung ayam, Kamandaka dikejar-kejar prajurit Pasirluhur dibawah pimpinan Silihwarni.

Kamandaka terus dikejar oleh Silihwarni hingga terjadilah perkelahian antara kedua bersaudara yang masing-masing tidak mengenal.

Kamandaka lari ke arah timur menuju arah Purwokerto.

Sampai suatu ketika dia jatuh dan terluka.

Perjalanan terus dilakukan.

Ketika sampai di sebuah sungai, Kamandaka membasuh lukanya, namun darah keluar dengan derasnya seperti sebuah air yang bocor.

"Tempat Raden Kamandaka mengalami luka parah dengan kondisi darah mengalir derasnya, seakan seperti bocor, itu dinamai Kebocoran. Ya di sini ini," ungkapnya.

Sambil mempertahankan diri dari kejaran Silihwarni, Kamandaka sampai di wilayah Desa Kedungbanteng.

Disana terdapat batu sebesar rumah yang dikenal dengan nama Watu Sinom.

Kamandaka naik ke atas batu dan menantang Silihwarni yang tidak lain adalah Raden Banyak Ngampar, adik kandung Kamandaka sendiri.

Namun, tiba-tiba Kamandaka terkejut melihat Silihwarni mengeluarkan keris Kyai Mojang Pamungkas yang merupakan pusaka Kerajaan Pajajaran.

Pada saat itulah baru terbongkar bahwa ternyata Raden Silihwarni adalah adik kandung Raden Kamandaka.

Pada momen itulah Raden Silihwarni menceritakan maksud kedatangan ke Pasirluhur adalah atas perintah ayahanya mencari kakaknya yang akan dinobatkan menggantikan dan bertahta di kerajaan Padjajaran.

Karena sudah terungkap mereka adalah kakak-beradik, maka dibuat skenario.

Ki Reksajaya diperintahkan membunuh seekor anjing yang dikurung guna diambil hati dan darahnya untuk diserahkan sebagai bukti seolah-olah itu bukti kematian Kamandaka.

Kemudian Raden Kamandaka (Banyak Catra) dan adiknya Raden Silihwarni (Banyak Ngampar) pulang ke kerajaan Padjajaran.

Cerita Babad Kamandaka itu sudah sangat tersohor bagi kalangan masyarakat Banyumas.

Bahwa asal-usul penamaan daerah-daerah di sekitaran Pasir Luhur (sekarang Purwokerto Barat) tidak dapat dilepaskan dari konteks cerita pengembaraan Raden Kamandaka mencari seorang istri.

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Di sisi lain, ada warga Desa Kebocoran yang mempunyai keyakinan tersendiri mengapa desa mereka dinamai Desa Kebocoran.

"Sebenarnya wilayah Desa Kebocoran terutama di lingkungan RT 5 RW 3 dan RT 5 RW 4 untuk penggalian air tanah itu sangat dangkal sekali. Desa Kebocoran tidak ada sejarah mengalami kekeringan. Hanya paling satu sampai dua meter saja sudah keluar air. Istilahnya debit airnya deras seperti bocor begitu," ujar Sartono (52), Sekdes Kebocoran kepada Tribunjateng.com.

Sepengetahuannya, tidak ada sejarah Desa Kebocoran mengalami kekeringan atau kekurangan air meski musim kemarau.

"Menggali tanah sedalam 2 meter saja di wilayah Desa Kebocoran debit airnya sudah deras. Apalagi kalau sampai bermeter-meter," ungkap Sartono.

Sehingga warga desa tidak perlu menggali begitu dalam untuk mendapatkan air bersih.

Karena keunikan nama desa tersebut, plang nama Desa Kebocoran sempat dijadikan iklan salah satu produk cat tembok yang sempat booming di televisi.

"Plang desa yang ada nama Desa Kebocoran sempat masuk iklan cat di televisi. Yang ada iklannya ngomong 'aduh bocor-bocor' seperti itu. Jadi sempat juga di video seperti menjadi bahan iklan, cuma tanpa sepengetahuan kami," tambahnya.

Demikian dua versi asal-usul nama Desa Kebocoran  di Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. (permata putra sejati)

Asal Usul Nama Dusun Mengangkang di Banyumas, Ternyata Karena Prajurit Pangeran Diponegoro

BREAKING NEWS: Mobil Kijang Terbakar Seusai Isi BBM di SPBU Candiroto Temanggung

6 Bulan Siswa SMK Ini Hilang Saat Mendaki Gunung Arjuno, Ditemukan Dalam Kondisi Tulang Belulang

Polisi Menduga Wanita Bawa Anjing ke Masjid Alami Gangguan Jiwa, Akan Periksa Perekam Video

Perceraian SongSong Couple: Orang Dekat Sebut Song Joong Ki Bermaksud Peringatkan Song Hye Kyo

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved