Bupati Wihaji Minta Kegiatan Usaha Penerima Pinjaman Lunak Selalu Terdokumentasikan

Bantuan bersifat pinjaman tersebut memang sengaja dibuat karena menurut Wihaji jika berupa hibah atau bantuan lainnya biasanya tidak akan maju.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Wihaji menyerahkan pinjaman kredit lunak kepada lima orang penerima manfaat PKH yang memiliki usaha mikro usai memperingati Hari Lansia di Objek Wisata Sikembang Blado, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Salah satu visi-misi Bupati Batang Wihaji bersama Wabup Suyono dalam program kerjanya yakni membuka seribu wirausaha baru.

Untuk mendukung program tersebut Pemkab Batang memberikan bantuan dukungan berupa pinjaman kredit lunak.

Bantuan bersifat pinjaman tersebut memang sengaja dibuat karena menurut Wihaji jika berupa hibah atau bantuan lainnya biasanya tidak akan maju, malah cenderung hilang.

Senin (1/7/2019), Bupati Wihaji kembali menyerahkan pinjaman kredit lunak kepada lima orang penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki usaha mikro kecil usai memperingati Hari Lansia di Objek Wisata Sikembang Blado.

"Masyarakat yang memiliki usaha kami support melalui pinjaman kredit lunak. Ini bantuan yang Pemkab berikan tak lain agar mereka mau maju," tutur Bupati Wihaji.

Ia meminta bagi penerima PKH yang mendapatkan suntikan pinjaman modal untuk benar-benar dikelola secara baik.

Tak hanya itu, ia juga meminta dinas terkait untuk mendokumentasikan perkembangan usaha dari sebelum hingga sudah menerima.

"Kami meminta data bukti foto maupun video perkembangan usahanya dari sebelum menerima pinjaman dan sesudah terima kredit lunak," jelasnya.

Wihaji juga akan mengumpulkan penerima pinjam kredit usaha di 2022.

Hal ini untuk mengetahui seberapa target yang diraih dalam menciptakan wirausaha baru.

"Kami butuh data capaian program, dinas terkait yang terlibat dalam program seribu wirausaha baru terus serius dan sertakan foto serta videonya sebelum menerima pinjaman dan sesudah menerimanya," jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko menjelaskan, sebanyak 33 ribu penerima manfaat PKH.

Dan saat ini ada lima penerima pinjaman kredit lunak untuk usaha.

"Dari lima penerima pinjaman mereka usahanya pedagang yang perputaran uangnya cepat, usahanya toko kelontong, angkringan," jelasnya.

Ia pun menargetkan di tahun ini 100 penerima manfaat PKH menerima pinjaman lunak tanpa agunan, dengan nilai pinjamanya Rp 5 Juta sampai Rp 25 Juta.

"Kalaupun terpaksa menggunakan agunan maksimal menggunakan BPKB sepeda motor," tandasnya.(Dina Indriani)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved