Mahasiswa Udinus Bikin Proyek Animasi Mitigasi Bencana, Gandeng BPBD Kota Semarang

Kaprodi Animasi Udinus, Khafiizh Hastuti menuturkan, di pelatihan itu diberikan mengenai pengambilan video kebutuhan animasi mitigasi bencana.

Mahasiswa Udinus Bikin Proyek Animasi Mitigasi Bencana, Gandeng BPBD Kota Semarang
ISTIMEWA
Perkuliahan Prodi Animasi Udinus outdoor di Taman Indonesia Kaya Semarang bekerja sama dengan BPBD Kota Semarang, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tingkatkan kemampuan mahasiswa menangani proyek animasi, puluhan mahasiswa Prodi D-IV Animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.

Caranya, perkuliahan D-IV Animasi diisi langsung para staf BPBD Kota Semarang, Senin (1/7/2019).

Pelatihan dilangsungkan di Taman Indonesia Kaya Semarang.

Kaprodi Animasi Udinus, Khafiizh Hastuti menuturkan, di pelatihan itu diberikan mengenai pengambilan video kebutuhan animasi mitigasi bencana hingga mengenai paradigma bencana.

"Kami bersama BPBD Semarang ingin bahaya terkait bencana juga bisa disosialisasikan melalui media animasi," imbuh dia.

Khafiizh menilai, perkuliahan yang dilakukan di luar kampus menjadi upaya meningkatkan kepekaan mahasiswa, terutama terkait penanggulangan bencana di Kota Semarang.

Mahasiswa pun terlatih menjalin relasi dengan berbagai pihak.

"Setelah lulus dari program studi ini tentunya akan bertemu dengan banyak klien yang membutuhkan jasa pembuatan animasi. Kami coba melatih mereka membiasakan diri dengan perkuliahan sesuai project," tambah dia.

Kasi Pencegahan BPBD Kota Semarang Kabul Yonata menilai, lewat perkuliahan di luar kelas, mahasiswa dirangsang peka terhadap alam.

Yonata berharap, lewat pelatihan itu mahasiswa Udinus mampu menciptakan ide kreatif melalui karya animasi agar dapat menyampaikan informasi yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya juga ada edukasi terkait bencana yang dapat datang dari hal yang terkesan sepele.

Semisal, buang sampah secara sembarangan.

"Para mahasiswa mampu mendalami apa itu bencana, paradigma bencana seperti apa dan meningkatkan kepekaan mereka terhadap bencana," urai dia. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved