Menjaga Kesehatan Anak Sindrom Down, Rumah Sakit Nasional Diponegoro RSND Gelar Simposium

Anak dengan sindrom down memiliki pola pertumbuhan yang khas, tidak dapat disamakan dengan anak yang tidak sindrom Down.

Menjaga Kesehatan Anak Sindrom Down, Rumah Sakit Nasional Diponegoro RSND Gelar Simposium
IST
Mini Simposium Awam yang diadakan oleh RS Nasional Diponegoro, Sabtu (29/6/2019), di aula Lantai 5 Laboratorium Sentral RSND Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sindrom Down ialah satu di antara sindrom klinis.

Sindrom ini terjadi akibat kelainan kromosom yang prevalensinya tinggi.

Hal tersebut diungkapkan dr. Anindita Soetadji, Sp. A(K), di simposium terkait sindrom down, Sabtu (29/6/2019), di aula lantai 5 Laboratorium Sentral Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Semarang.

Menurut dr. Anindita, anak sindrom down menunjukkan karakteristik klinis yang khas.

Selain itu mereka cenderung sering menderita berbagai penyakit, akibat dari berbagai kelainan organ dan fungsi tubuh sebagai akibat dari kelainan kromosom tersebut.

"Kelainan bawaan yang seringkali dijumpai adalah penyakit jantung bawaan," ujarnya.

Menurutnya, anak dengan sindrom down memiliki pola pertumbuhan yang khas, tidak dapat disamakan dengan anak yang tidak sindrom Down.

Hambatan perkembangan pun dinilainya terjadi di semua aspek, sehingga memahami dan mengelola sindrom down harus dilakukan dengan pendekatan komprensif.

"Hal tersebut dilakukan dari berbagai aspek agar kesehatan yang optimal bagi anak sindrom Down tercapai," imbuh dia.

Menurutnya dengan diselenggarakannya simposium ini yaitu anak-anak dengan sindrom down dapat dirawat dengan lebih baik.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved