PSIS Semarang Resmi Layangkan Protes atas Keputusan Wasit di Laga Kontra Barito Putera, Ini Bunyinya

PSIS Semarang resmi mengajukan surat protes ke PSSI terkait keputusan wasit yang memimpin pertandingan kontra Barito Putera, Annas Apriliandi

PSIS Semarang Resmi Layangkan Protes atas Keputusan Wasit di Laga Kontra Barito Putera, Ini Bunyinya
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Pemain PSIS Semarang mengajukan protes kepada wasit dalam laga menghadapi Barito Putera, Minggu (30/6/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang resmi mengajukan surat protes ke PSSI terkait keputusan wasit yang memimpin pertandingan kontra Barito Putera, Annas Apriliandi karena merasa dirugikan.

Dalam laga yang digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (30/6/2019) tersebut, PSIS sebenarnya mendapat hadiah penalti di tambahan waktu babak kedua setelah winger PSIS, Komarodin dijegal bek Barito Putera Roni Beroperay di dalam kotak penalti.

Wasit Annas yang sebenarnya sudah menunjuk titik putih tiba-tiba membatalkan keputusannya tersebut, sebab di waktu bersamaan asisten wasit 1, Beni Andriko menganggap pelanggaran terjadi di luar kotak penalti.

Batal mendapat hadiah penalti membuat pemain PSIS langsung bereaksi keras dengan melayangkan protes kepada wasit. Namun keputusan tidak berubah.

Pasca laga, PSIS mengajukan protes ke Komdis PSSI sebagai wujud kekecewaan atas keputusan wasit pada Senin (1/7/2019).

Inti dari surat protes PSIS tersebut berisi protes  terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi asal Jawa Barat dan asisten wasit I, Beni Andriko asal Sumatera Barat.

Bahkan PSIS meminta supaya komite wasit menindaklanjuti dan mengistirahatkan kedua petugas tersebut karena telah memalukan PSSI dan membuat kontroversi yang semakin memperburuk citra PSSI di mata publik.

PSIS juga meminta komite wasit untuk bertindak menegakkan peraturan sesuai dengan Kode Disiplin PSSI dan Statuta PSSI dalam memberikan hukuman terhadap wasit tersebut.

Adapun dalam mengajukan surat protes ini, PSIS juga  melampirkan foto dan video kejadian atau pelanggaran pada saat pertandingan sebagai alat bukti. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved