Tahun Ini Revisi Perwali Penataan PKL Kota Pekalongan, Pedagang: Tolong Kami Bisa Dilibatkan

Adanya wacana penyusunan revisi Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), disambut baik para pedagang.

Tahun Ini Revisi Perwali Penataan PKL Kota Pekalongan, Pedagang: Tolong Kami Bisa Dilibatkan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pedagang Kaki Lima (PKL) mengelar lapaknya di Jalan Jawa, Pekalongan Barat, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Adanya wacana penyusunan revisi Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), disambut baik para pedagang.

Pasalnya mereka yang selama ini berdagang menginginkan kelompok PKL diakui secara resmi oleh pemerintah.

Diketahui ada sekitar 900 orang yang masuk dalam Paguyuban Pasar Tiban Pagi Bersatu.

Dimana setiap harinya mereka selalu berpindah lokasi berdagang.

Data Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kota Pekalongan, ratusan pedagang pasar tiban itu menempati 27 lokasi, baik di pemukiman ataupun jalan protokol.

Untuk itu, para pedagang berharap revisi Perwali yang dilakukan bisa mengakomodir PKL yang ada di Kota Pekalongan.

"Kami ingin pemerintah mendukung serta mengakui PKL pasar tiban, karena kami ikut mengungkit perekonomian Kota Pekalongan,” tutur Fahrozi (42) pedagang pasar tiban Kota Pekalongan, Senin (1/7/2019).

Dilanjutknya, para PKL hanya ingin berdagang secara tenang dan nyaman di Kota Pekalongan.

“Semoga Perwali tentang PKL bisa mengayomi kami, kalaupun disuruh membayar retribusi kami juga siap,” tuturnya.

Adapun Trisnawan, Ketua Pedagang Pasar Wisata Mataram, mengakui PKL di Kota Pekalongan semakin bertambah.

“Setiap Minggu pagi kami berdagang di sekitar Jalan Kurinci, namun semakin ke sini semakin banyak, bahkan hingga membuka lapak di Jalan Mataram kawasan Setda Kota Pekalongan,” imbuhnya.

Trisnawan menambahkan, pemerintah bisa mengatur secara adil tanpa merugikan PKL melalui Perwali baru.

“Perwali baru harus memperhatikan keadilan dalam penyusunannya, agar tidak ada yang dirugikan. Untuk itu kami ingin dilibatkan dalam penyusunan Perwali,” tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved