Hadirkan Sudjiwo Tedjo, Orma FTIK USM Kenalkan Budaya Lewat Culturistik 2019

Acara yang diselenggarakan oleh ORMA FTIK Universitas Semarang (USM) ini berlangsung pada Selasa (2/6/2019) menghadirkan Sudjiwo Tedjo dan Edi Ige

Hadirkan Sudjiwo Tedjo, Orma FTIK USM Kenalkan Budaya Lewat Culturistik 2019
IST
Sudjiwo Tedjo tampil sebagai pembicara Culturistik 2019 di kampus Universitas Semarang (USM) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Acara yang diselenggarakan oleh ORMA FTIK Universitas Semarang (USM) ini berlangsung pada Selasa (2/6/2019) di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang dan menghadirkan budayawan Sudjiwo Tedjo dan Edi Prayitno Ige.

Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor II Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih, M.P. dihadiri juga oleh Drs. Bambang Supriyono, M.Pd Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengahdan Dekan fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Susanto, S.Kom., M.Kom dan Jajaranya

Dalam sambutannya Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih, M.P. menyampaikan “bahwa Beliau sangat mengapresiasi acara ini karena biasannya seminar itu tentang teknologi, tentang kemajuan zaman tetapi lewat acara ini ORMA FTIK berani membuat seminar dengan tema buydaya dan juga menghadirkan budayawan Sudjiwo Tedjo”.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknologi Informasi Komunikasi (FTIK) Susanto, S.Kom., M.Kom menyampaikan bahwa Culturistik selalu digelar tiap tahun ini disebabkan karena anak-anak muda dan mahasiswa di kampus USM sangat Bergantung dengan teknolog. Sehingga diperlukan kesadaran dan panduan untuk melestarikan budaya dengan memanfaatkan teknologi.

Berkaitan dengan tema acara yaitu “Gebyar Lestari Budaya Dengan Potensi Diri Yang Berteknologi” ini Sudjiwo Tedjo memberikan contoh bawa dulu rakyat Indonesia itu makan sagu lalu masuk padi dari India lalu orang India nya kesini kaget kenapa nasi bisa jadi tumpeng, Intinnya kita tidak boleh langsung memaknai sebuah kejadian tetapi memproses kejadian tersebut untuk kita bisa memahaminnya.

Sementara Edi Prayitno Ige selaku Praktisi Seni dan Budaya di kota Semarang menyebut bahwa dalam diri setiap manusia ada teknologinya. Teknologi itu bernama Ilmu “ Jika kita melihat cowok ganteng, melihat cewek cantik itu hanya pengetahuan saja, pengetahuan itu drajatnya dibawah ilmu. Jika melihat makhluk yang membahagiakan itu hanya pengetahuan, ilmunnya apa? Jika ingin tau ilmunya, nikahilah” ujar Edi

Saat di wawancarai tentang acara ini Dewi Purwaningsih selaku panitia acara ini menyampaikan “bahwa ini adalah upaya kami para generasi muda untuk melestarikan budaya yang kita miliki dan juga memperkenalkan nya di lingkup yang lebih luas”. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved