Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bambang Tak Hentinya Meminta PPDB SMA Diulang, Diduga Ada Kecurangan Terkait SKD

Orangtua calon siswa berunjuk rasa seorang diri di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Bundaran Gladag, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Selasa (2/7/2019) sore

Tayang:
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Orangtua calon siswa menolak PPDB online di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Bundaran Gladar, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Selasa (2/7/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Orangtua calon siswa berunjuk rasa seorang diri di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Bundaran Gladag, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Selasa (2/7/2019) sore.

Dia menuntut sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) diulang, karena diduga ada kecurangan.

Bambang Saptono tidak terima putranya lengser dari daftar penerimaan siswa di SMA Negeri 4 Surakarta.

Pria berkacamata itupun melakukan aksi demo sendiri, sembari menenteng tiga poster berisi penolakan SKD dan PPDB.

Poster itu ditenteng dan dikalungkan di leher.

Warga Kelurahan Manahan itu menduga ada kecurangan berupa penggunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) palsu oleh sesama orangtua calon siswa.

"Saya cek di sekolahan, katanya ada sekitar 200 orang pendaftar berdomisili di Kelurahan Manahan. Itu sangat tidak masuk akal," kata dia di lokasi unjuk rasa tersebut.

Bambang membeberkan, jarak kediamannya ke SMA Negeri 4 sekitar 2,5 kilometer.

Hal tersebut diartikan Bambang, sang putra berhak bersekolah di salah satu SMA favorit di Kota Serabi itu.

"Namun apa jadinya? Putra saya malah diterima di SMA yang ada di wilayah Colomadu. Padahal jaraknya sekitar 8 kilometer dari rumah," teriaknya di tengah jalan.

Dia meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkap kasus penggunaan SKD palsu itu.

Bambang juga menuntut agar PPDB tingkat SMA sederajat diulang, bila terbukti ada pemalsuan SKD.

"Dahulu SKTM pada 2018 bermasalah dan tidak ada tersangkanya. Kini harus tegas, segera hukum tersangka yang melakukan pemalsuan berkas," serunya.

"Saya sudah laporan ke Bakorwil, tapi tidak ada respon. Mereka menganggap tidak ada masalah," tambahnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mempersilakan Bambang melaporkan dugaan itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah.

Ganjar tak mempermasalahkan aksi unjuk rasa tersebut.

"Ini negara demokrasi, silakan saja. Perlu diketahui, panitia PPDB saat ini memang masih mendalami laporan-laporan itu," kata dia usai acara di Syariah Hotel, Kabupaten Sukoharjo.

Dia pun menegaskan akan mencoret nama siswa yang terungkap menggunakan SKD palsu.

"Buat orangtua, ayo tobat-tobat, sebelum kami ambil tindakan tegas. Ingat kasus SKTM tahun lalu, kami coret 80 ribu siswa yang ketahuan pakai berkas palsu," ujar Ganjar. (Daniel Ari Purnomo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved