Gathering Posyandu se-Kabupaten Sragen, Bupati : Kader Bisa Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Sebanyak 1595 orang perwakilan posyandu se-Kabupaten Sragen ikuti gathering kader kesehatan 2019 di Gedung Sasana Manggala Sukowati

Gathering Posyandu se-Kabupaten Sragen, Bupati : Kader Bisa Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
ISTIMEWA
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam acara Gathering Posyandu se-kabupaten Sragen, Selasa (2/7/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebanyak 1595 orang perwakilan posyandu se-Kabupaten Sragen ikuti  gathering kader kesehatan 2019 di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Selasa (2/7/2019).

Tidak hanya kader posyandu, gathering diikuti oleh Dinas Kesehatan, OPD lintas sektor, Direktur RS, TP PKK, Puskesmas dan Organisasi Profesi Kesehatan.

Gathering yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Sragen mengangkat tema “Melalui gathering kader kesehatan, kita cegah kematian Ibu dan bayi serta stunting".

Turut hadir Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kepala Dinas Kesehatan Hargiyanto, Ketua IBI Sragen Ermina Damai tatag Prabawanto dan Ketua TP PKK Sragen Retna Susanti Dedy Endriyatno.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr Hargiyanto dalam kesempatannya menyampaikan pentingnya peran masyarakat dan kader kesehatan dalam mengenali masalah kesehatan yang terjadi.

Menurutnya, peranan kader kesehatan berfungsi sebagai motor penggerak di masyarakat. Kader kesehatan juga dapat mensosialisasikan penanggulanan kematian ibu dan bayi serta pencegahan stunting di daerah masing-masing.

"Tentu kami berharap dari gathering ini adanya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan kader kesehatan untuk berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang berkualitas," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan program pemerintah dan menjadi prioritasnya.

"Pada 2017 di Sragen AKI sebanyak dua orang, AKB 113 orang, tahun 2018 AKI sebanyak 15 orang, AKB 146 orang, sampai Juni tahun 2019 ini, AKI empat orang, AKB 53 orang, " papar Yuni.

Yuni menilai resiko kematian ibu akibat kehamilan atau persalinan dapat ditekan jika ibu mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat dan berkualitas serta difasilitasi tenaga kesehatan yang kompeten.

Menurutnya, program apapun tidak akan mungkin terlaksana dengan baik,
jika tenaga kesehatan yang langsung menangani masyarakat tidak optimal dalam penyuluhan dan pelayanan.

"Kader kesehatan itu perannya penting, menekan angka AKI/AKB, mengawasi ibu hamil, saat persalinan hingga perawatan selama masa nifas," tambahnya.

Dari data yang diperoleh Dinas Kesehatan melalui Pemantauan Status Gizi (PSG), Yuni menyampaikan pada 2017 angka kasus stunting sebesar 25,2%.

"Penurunan angka Stunting penting dilakukan sedini mungkin, untuk menghindari dampak jangka panjang,  yang bisa menghambat tumbuh kembang anak dan penurunan produktivitas ," pungkasnya.

Gathering dilanjutkan dengan pemaparan Ketua TP PKK Sragen Retna Susanti Dedy Endriyatno  yang menyampaikan materi tentang implementasi Germas serta upaya penanggulangan stunting di masyarakat. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved