Jawa Tengah Duduki Peringkat 5 Angka Kebutaan, Penyebab Utamanya Adalah Katarak

Tertinggi yakni di Jawa Timur dengan angka kebutaan 4,4%, disusul Nusa Tenggara Barat 4%, Sumatera Selatan 3,4%, lalu Jawa Barat sebesar 2,8%

Jawa Tengah Duduki Peringkat 5 Angka Kebutaan, Penyebab Utamanya Adalah Katarak
Tribunjateng.com/idayatul rohmah
Andy F. Noya, Ketua Komite Mata Nasional (Komatnas) usai audiensi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan di 15 provinsi di Indonesia menunjukkan, Provinsi Jawa Tengah menduduki peringkat 5 angka kebutaan.

Tertinggi yakni di Jawa Timur dengan angka kebutaan 4,4%, disusul Nusa Tenggara Barat 4%, Sumatera Selatan 3,4%, lalu Jawa Barat sebesar 2,8%.

Sementara Jawa Tengah mencapai 2,7% persen dengan penyebab utama katarak sebesar 73,8%.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo M.Kes memaparkan, prevalensi gangguan penglihatan terutama kebutaan di Jawa Tengah memang cukup tinggi.

Secara prevalensi, kata Yulianto, yakni sekitar 2,7% penduduk dengan usia di atas 50 tahun mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan.

"Ini memang Jateng salah satu dari provinsi dengan prevalensi gangguan penglihatan cukup tinggi. Dari sisi jumlah juga banyak karena penduduk Jateng banyak," jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan upaya mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Promotif-preventi antara lain dengan melakukan kegiatan screening, baik di Posbindu maupun di sekolah-sekolah.

Hal itu untuk menemukan sejak dini gangguan penglihatan tersebut.

Selanjutnya untuk kuratif, kata Yulianto, pihaknya bersama Dinkes kab/kota juga melakukan koreksi mata hingga melakukan operasi katarak untuk penderita.

Halaman
12
Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved