Kabupaten Tegal Mulai Krisis Air Bersih, Catatan PMI Ada 5 Kecamatan Mengalami Kekeringan

Sebagian warga di wilayah Pantura Kabupaten Tegal mulai dilanda kekeringan dan krisis air bersih,Satu di antaranya di Desa Sidamulya.

Kabupaten Tegal Mulai Krisis Air Bersih, Catatan PMI Ada 5 Kecamatan Mengalami Kekeringan
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Warga mengantre bantuan air bersih dari Pemkab Tegal, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebagian warga di wilayah Pantura Kabupaten Tegal mulai dilanda kekeringan dan krisis air bersih.

Satu di antaranya di Desa Sidamulya, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Warga di desa ini sudah dua bulan terakhir kesulitan memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Sri Nurhayati (35), warga sekitar mengaku bahwa sudah lama di desanya tidak turun hujan.

"Sudah tidak pernah hujan sama sekali. Jadi air tidak ada. Kering. Harus beli," kata Sri Nurhayati, saat mengantre bantuan air bersih yang didistribusikan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal di desa tersebut, Selasa (2/7/2019).

Sri mengaku setiap hari harus membeli air PDAM di desa lain seharga Rp 3.500 per derijen berkapasitas 50 liter.

Air itu digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, dan minum.

"Kalau satu kolam, sehari ya Rp 30 ribu. Itu baru buat mandi sama mencuci. Belum untuk masak dan minum. ‎Ya kira-kira Rp 40 ribu sehari," tutur warga RT 02 RW 02 itu.

Hal senada pun diungkapkan ‎warga lainnya, Eti Kusmiati (50).

Dia berharap mobil tangki air bersih bantuan dari pemerintah daerah rutin datang ke desanya.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved