Mei 2019, Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Jateng Tiarap

TPK pada Mei 2019 tersebut juga tercatat mengalami penurunan sebesar 6,58 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Mei 2019, Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Jateng Tiarap
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPS Jateng mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di provinsi ini pada Mei 2019 sebesar 35,23 persen, turun 10,63 poin dari bulan sebelumnya sebesar 45,58 persen.

TPK pada Mei 2019 tersebut juga tercatat mengalami penurunan sebesar 6,58 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

"Penurunan TPK pada Mei 2019 itu dipengaruhi pelemahan yang terjadi pada semua kelas hotel bintang, baik dari bulan sebelumnya maupun dari periode sama tahun lalu," kata Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono, Senin (1/7/2019).

Sedangkan Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Mei 2019 tercatat selama 1,26 malam, turun 0,01 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya selama 1,27 malam.

"Jika dirinci menurut tamu hotel pada Mei 2019, rata-rata lama menginap tamu asing adalah selama 1,68 malam, sedangkan tamu domestik selama 1,26 malam," jelasnya.

Menanggapi penurunan TPK hotel berbintang di Jateng pada Mei 2019, Wakil Ketua PHRI Jateng, Bambang Mintosih mengatakan, bulan itu bertepatan dengan datangnya Ramadan, di mana hampir semua Hotel di Indonesia tiarap.

Praktis, menurut dia, pada momen itu hotel hanya mengandalkan promo buka bersama dalam meraih pendapatan.

Tetapi, perolehannya diperkirakan meningkat 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Jadi menurut saya hal ini bukan persoalan serius. Selain itu, prediksi saya TPK pada Mei tahun depan jauh lebih baik, karena sudah ada Lebaran walau hanya dua hari," tutur Benk, sapaannya.

Menurut dia, di Jateng saat ini terjadi pergeseran pasar hotel, yaitu 50:50 antara piknik dan transit.

Dulu, dia menambahkan, orang ke Jateng hanya transit mencapai 75 persen, selebihnya piknik.

"Sekarang transit dan piknik imbang. Bisa jadi tahun depan dengan munculnya Saloka dan Dusun Semilir di Kabupaten Semarang, akan menjadi daya tarik untuk berlibur, ditambah banyaknya destinasi pariwisata buatan lain di Jateng yang semakin tumbuh pesat," terangasnya. (Desta Leila Kartika)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved