Meseri, Difabel Penjual Es Lilin Yang Jadi Simbol Kegigihan Warga di Ponorogo

Bermodalkan satu tangan dan sepeda butut tua, Meseri gigih berkeliling berjualan es lilin untuk menghidupi keluarganya.

Meseri, Difabel Penjual Es Lilin Yang Jadi Simbol Kegigihan Warga di Ponorogo
Dok. Koordinator Ponorogo Peduli, Jumeno
CARI RUMPUT - Usai berjualan es lilin keliling, Meseri mencari rumput untuk kambing titipan tetangganya. 

TRIBUNJATENG.COM, PONOROGO - Meski dilahirkan hanya memiliki tangan satu, Meseri (68), warga Dukuh Pojok, Desa Tugu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tidak berputus asa.

Bermodalkan satu tangan dan sepeda butut tua, Meseri gigih berkeliling berjualan es lilin untuk menghidupi keluarganya.

Sebelum berjualan es lilin keliling, Meseri setiap harinya hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh tani.

Namun penghasilan menjadi seorang buruh tani rupanya belum bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Sejak 1986, Meseri banting stir berjualan es lilin keliling ke beberapa desa.

“Dulu sebelum berjualan es lilin keliling saya hanya jadi buruh tani dan membantu orangtua saja."

"Kondisi tangan saya tidak memungkinkan untuk bekerja lebih banyak seperti layaknya orang normal,” kata Meseri dilansir Kompas.com, Selasa (2/7/2019).

Meseri masih mengingat cerita bapaknya, saat lahir banyak anak-anak tetangga di desanya juga mengalami nasib serupa dengan dirinya.

Namun saat itu tidak diketahui sebab musabab hingga banyak anak-anak yang dilahirkan dalam kondisi difabel.

Setelah berkeluarga, Meseri mulai tertarik berjualan es lilin mengikuti jejak usaha keponakannya.

Halaman
1234
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved