Penasehat Hukum Bupati Jepara Nonaktif : Uang Suap Berasal dari Gaji Hingga Pendapatan Sah Lainnya

Bupati Jepara non aktif Ahmad Marzuqi saat sidang agenda dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (2/7/2019).

Penasehat Hukum Bupati Jepara Nonaktif : Uang Suap Berasal dari Gaji Hingga Pendapatan Sah Lainnya
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berkonsultasi dengan penasehat hukumnya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Tim Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) ungkap status tersangka, Bupati Jepara non aktif Ahmad Marzuqi saat sidang agenda dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (2/7/2019).

Pada surat dakwaan Ahmad Marzuqi, JPU menyebut terdakwa ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik (Banpol) Dewan Pimpinan Cabang partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) pada 16 Juni 2016.

"Menyikapi penetapan tersangka Marzuqi meminta bantuan anggota DPRD Kabupaten Jepara fraksi PPP Agus Sutina, dan Ketua PN Semarang Purwono Edi Santosa untuk rencana mengajukan gugatan praperadilan,"ungkap JPU.

Uang Rp 500 juta untuk menyuap Lasito diambil di rumah Ahmad Marzuqi. Terdakwa Marzuqi memerintahkan Haizul Ma'arif untuk mengambil uang tersebut dan diserahkan Agus Sutisna.

"Uang itu diserahkan di depan BNI Jepara,"ujarnya.

Kemudian Agus Sutina menyerahkan uang Rp 500 juta ke Ahmad Hadi di parkiran Simpang Lima. Uang tersebut guna diserahkan kepada Lasito.

"Kemudian Agus Sutina menyerahkan lagi uang sejumlah USD 16 ribu kepada Ahmad Hadi sebagai uang tambahan," kata JPU.

Menindak lanjuti keinginan Marzuqi. Ahmad Hadi melakukan pertemuan dengan Lasito di PN Semarang. Lasito meminta uang tersebut diantarkan ke rumahnya.

Sementara itu Penasehat hukum Ahmad Marzuqi, Sutrisno mengatakan uang yang digunakan untuk menyuap Lasito berasal dari gaji, honor, dan pendapatan sah lainnya Ahmad Marzuqi.

Uang tersebut tidak berasal dari kas pemerintahan.

"Uang Rp 200 juta itu merupakan uang dari potongan modal kerja dari perusahaan keluarga,"jelasnya.

Ia menuturkan pada sidang tersebut akan mengonsep saksi-saksi yang meringankan terdakwa. Pihaknya juga akan menghadirkan saksi ahli.

"Paling tidak bisa menjernihkan situasi," tukasnya.(*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved