Peta Wilayah Kekeringan di Temanggung Meluas‎

Peta wilayah yang rawan mengalami kekeringan dan air bersih di Kabupaten Temanggung bertambah luas

Peta Wilayah Kekeringan di Temanggung Meluas‎
Shutterstock
Ilustrasi Kekeringan 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎ Peta wilayah yang rawan mengalami kekeringan dan air bersih di Kabupaten Temanggung bertambah luas.

Sebelumnya, Badan Penanggunglangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung menyebut terdapat 11 dari 20 kecamatan di Kota Tembakau yang rawan kekurangan air bersih saat musim kemarau.

"Saat ini petanya bertambah, ada satu kecamatan yang masuk kataegori rawan kekeringan dan air bersih," kata Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Temanggung, Gito Walngadi, Selasa (2/6).

Disampaikan, wilayah tambahan yang masuk peta rawan kekeringan ‎kekeringan adalah Kecamatan Kledung. Pada tahun-tahun sebelumnya, kecamatan ini aman dati ancaman kekeringan.

"Sebelumnya, yang sudah masuk peta kekeringan antara lain sejumlah titik di Kecamatan Kandangan, Pringsurat, Kaloran, Kranggan, Jumo‎, Candiroto, Selopampang, Gemawang, Bulu, dan Tembarak," urai Gito.

‎Dituturkan, saat ini beberapa titik di Temanggung sudah meminta suplai air bersih secara rutin, yakni semiggu dua kali. Disebutkan, wilayah yang sudah meminta dropping air bersih secara rutin itu antara lain Desa Drono, Kecamatan Tembarak dan Desa Jetis, Kecamatan Selopampang.

"Dalam seminggu ‎masing-masing empar rit, dikirimkan pada Senin dan Kamis, tiap pengiriman dua rit," tuturnya.

Selain itu, sambung dia, juga terdapat ‎Dusun Karangtengah, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan. Di daerah itu, sambung sia, saat ini sudah mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih.

"Sumber air yang ada di dusun tersebut sudah mengering," imbuhnya. ‎

Guna mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, lanjut Gito, BPBD Temanggung telah mempersiapkan 1.750.000 liter air bersih yang terbagi dalam 350 tangki. Menurutnya, anggaran untuk penyaluran air bersih itu senilai Rp85 juta.‎

Ditambahkan, menurut BMKG puncak kemarau 2019 akan terjadi pada bulan Agustus dan September. Ia pun mengimbau masyarakat bisa lebih berhemat menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Akan tetapi jika memang wilayahnya sudah mengalami kekeringan bisa mengajukan bantuan dengan terlebih dahulu memberikan laporan yang diketahui oleh kepala desa dan camat setempat," pungkasnya. (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved