Tanggapi Rusaknya LPJU, Bupati Wihaji : 200 Titik LPJU Tak Bisa Diklaim

Bupati Batang Wihaji tanggapi pandangan umum fraksi - fraksi DPRD yang menanyakan rusaknya lampu penerangan jalan umum (LPJU) di beberapa wilayah di

Tanggapi Rusaknya LPJU, Bupati Wihaji : 200 Titik LPJU Tak Bisa Diklaim
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Wihaji saat penyampaian jawaban di sidang paripurna jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Batang, Selasa ( 2/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Bupati Batang Wihaji tanggapi pandangan umum fraksi - fraksi DPRD yang menanyakan rusaknya lampu penerangan jalan umum (LPJU) di beberapa wilayah di Kabupaten Batang.

"Kerusakannya LPJU terjadi karena terkena petir, pohon tumbang.

Sehingga ada 200 titik lampu terpasang rusak dan tidak bisa klaim garansi karena kahar," tutur Wihaji dalam sidang paripurna jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Batang, Selasa ( 2/7/2019).

Wihaji menyampaikan bahwa untuk penanganan LPJU yang mati saat ini baru 100 unit

Sedangkan untuk kerusakannya mencapai 200 unit yang tidak bisa diklaim kepada penyedia.

"Karena tidak bisa diklaim oleh pihak penyedia, maka kami usahakan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin namun secara bertahap," terang Wihaji.

Adapun dikatakannya untuk PJU di terowongan tol Desa Masin, sudah diupayakan untuk pemindahan tagihan listrik dan pemeliharaan agar masuk menjadi tagihan LPJU Pemda, karena tadinya menggunakan pulsa listrik.

Dalam sidang paripurna tersebut, Bupati juga menanggapi pertanyaan dewan tentang pelebaran jalan Wuni hingga Kemiri Timur Kecamatan Subah yang tidak diselesaikan meski kurang 300 Meter.

Hal itu dikarenakan untuk tahun 2019 pagu anggaran belum sampai pantura, sehingga untuk kelanjutannya akan dianggarkan pada tahun yang akan datang.

Sementara untuk menanggapi permasalahan pelebaran jalan Dukuh Jetak Pandansari menuju jembatan Karangdadap, karena jembatan tersebut sudah diresmikan dan intensitas pengguna roda empat semakin bertambah, maka Pemkab Batang akan memprioritaskan untuk sementara waktu pengaspalan jalan.

Sedangkan untuk pelebaran masih terkendala lahan yang sudah berhimpitan dengan lahan perumahan warga.

"Untuk jembatan Desa Lebo menuju Menguneng, kami sudah masukan dalam daftar usulan prioritas tahun 2020, hal itu dilakukan untuk menunjang perekonomian masyarakat di kawasan tersebut," jelasnya.

Terakhir mengenai TPS ( Tempat Pembuangan Sampah Sementara ) yang berada di tepi jalan Banyuputih kondisinya sangat mengganggu kenyamanan karena menimbulkan bau, dinas terkait masih melakukan proses pemindahan ke area perhutani sekitar 50 Meter.

"Untuk pengangkutan sampah yang ada di tepi jalan, secara rutin telah diangkut dengan armada setiap pagi.

Sehingga diharapkan setelah ada pemindahan TPS, kondisinya bisa kondusif," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved