Tardi Trauma Efek Pasca Anaknya Diimunisasi, 36 Balita Desa Kemuning Karanganyar Tolak Ikuti Germas

Dari data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, ada 36 bayi dan balita yang belum diimunisasi di Kecamatan Ngargoyoso.

Tardi Trauma Efek Pasca Anaknya Diimunisasi, 36 Balita Desa Kemuning Karanganyar Tolak Ikuti Germas
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar Juliyatmono bersilaturahmi ke rumah warga yang menolak imunisasi di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Karena beberapa warga masih banyak yang menolak imunisasi, Bupati Karanganyar Juliyatmono bersilaturahmi ke rumah warga untuk meyakinkan orangtua bayi.

Dari data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, ada 36 bayi dan balita yang belum diimunisasi di Kecamatan Ngargoyoso.

Sedangakan di Desa Kemuning ada sekitar 11 bayi.

Seusai mengikuti Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) bagi kader posyandu di halaman Kantor Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Kepala DKK Karanganyar Cucuk Heru Kusomo beserta Camat Ngargoyoso Edi Sukiswandi dan pegawai puskesmas serta bidan setempat bersilaturahmi ke beberapa rumah warga yang menolak imunisasi di Desa Kemuning.

Itu dilakukan Juliyatmono beserta rombongan untuk menyakinkan serta jajak pendapat, alasan apa yang mendasari orangtua bayi menolak imunisasi.

Ia mengatakan, setelah tahu apa alasan menolak imunisasi, para orangtua diberi waktu seminggu untuk mempertimbangkan apakah akan melakukan imunisasi atau menolak.

"Kami kan tahu (alasannya menolak imunisasi), apa setelah tahu, masih ada waktu untuk berpikir. Kami berikan kesempatan dan ruang untuk berpikir, dengan beberapa pertimbangan. Pegawai puskesmas dan bidan akan kembali untuk silaturahmi," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (2/7/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penolakan belum bersedia diimunisasi dengan surat penyataan tanpa materai itu belum mempunyai kekuatan hukum.

"Kalau sudah ada materai baru ada kekuatan hukum. Kami khawatir sanksi sosial ke depan. Jika ada virus yang disebabkan oleh karena tidak bersedianya diimunisasi, dan lingkungan tahu penyebabnya dia. Sanksinya luar biasa berat," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved