Tembakan Senapan Angin Belum Mampu Lumpuhkan Babi Hutan, Pemburuan Warga Masih Berlangsung

Warga bersama tim Tagana dan sejumlah pihak terkait berupaya memburu babi hutan dengan menggunakan senapan angin.

Tembakan Senapan Angin Belum Mampu Lumpuhkan Babi Hutan, Pemburuan Warga Masih Berlangsung
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Edi Maryanto warga setempat menggunakan kayu runcing untuk berburu babi hutan yang menyerang warga di Desa Windujaya dan Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Pasca penyerangan secara ganas, puluhan warga di sekitar lereng selatan Gunung Slamet memburu bersama-sama babi hutan yang melukai empat orang warga di Desa Windujaya dan Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (2/7/2019).

Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com, warga di kedua desa itu tampak berkerumun di sejumlah titik dan jalan.

Warga bersama tim Tagana dan sejumlah pihak terkait berupaya memburu babi hutan dengan menggunakan senapan angin.

Bahkan mereka juga terlihat menggunakan peralatan tradisional seperti batang kayu yang dibuat runcing sebagai alat menyerang.

Edi Maryanto (54), warga Dusun Peninis, Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng berharap babi hutan dapat segera ditangkap atau bahkan dibunuh.

Sebab serangan tersebut telah meresahkan warga, terutama yang sering beraktivitas di sekitar area hutan.

"Tadi sudah kami laporkan ke polisi. Kami berharap bisa ditangkap atau dibunuh, karena dikhawatirkan akan menyerang orang lagi. Kalau seperti ini terus warga menjadi resah," ujar Edi kepada Tribunjateng.com, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu warga lainnya, Kuswarjo (65) mengatakan, babi hutan yang menyerang warga sempat ditembak menggunakan senapan angin.

Namun tembakan tersebut belum dapat melumpuhkan babi hutan.

"Babi sudah terluka. Tadi kena tembak senapan angin, ada beberapa luka tembak katanya," ungkap Kuswarjo. (Permata Putra Sejati)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved