Tolong Istilah Tahun Politik Mulai Diganti Pesta Demokrasi, Ucapan Ketua MUI Jateng Diamini Ganjar

Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji prihatin adanya saling serang pendukung dua kubu calon presiden di media sosial, selama proses kampanye.

Tolong Istilah Tahun Politik Mulai Diganti Pesta Demokrasi, Ucapan Ketua MUI Jateng Diamini Ganjar
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dalam halal bihalal Kesbangpol dan MUI Jateng di Syariah Hotel, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (2/7/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah menggelar Halal Bihalal bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat di Syariah Hotel, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (2/7/2019) sore.

Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji mengucapkan syukur Jawa Tengah melalui pesta demokrasi Pemilu 2019 dalam kondisi aman dan damai.

"Tahun depan ganti istilah tahun politik dengan pesta demokrasi. Ini agar menimbulkan kesan kompetisi positif, bukan saling mempolitisi dan menjatuhkan. Karena yang namanya pesta itu kebanyakan menyenangkan," kata dia mengawali sambutan.

Dia sempat prihatin adanya saling serang pendukung dua kubu calon presiden di media sosial, selama proses kampanye.

Menurutnya, tindakan saling serang itu tak terpuji.

"Pemilu ini mencari sosok pemimpin pilihan rakyat. Sudah semestinya para simpatisan harus saling adu prestasi, bukan ujaran kebencian," imbuhnya.

Darodji mengajak pemerintah bersama MUI untuk bersama-sama meredam konflik pasca Pemilu 2019.

Selain itu, dia ingin pemerintah mengantisipasi segala bentuk konflik lima tahunan, khususnya pemilu.

"Kami juga ingin mengajak pemerintah beserta TNI-Polri membiasakan Fiqih Demokrasi. Acara ini merupakan langkah awal menyerukan dan mencontohkan politik santun," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sempat bercerita permasalahannya dengan seorang Panwascam saat gelar Pilgub 2018 lalu.

"Jadi saya kampanye, lalu ada Panwascam saat itu mau saya salami tidak mau. Cuma mau salaman dikira haram, tidak boleh karena saya ini calon gubernur waktu itu," ujar Ganjar seraya tersenyum.

Menurutnya, jangan sampai budaya Indonesia yang baik luntur karena kontestasi kepala daerah semata.

Dia mengamini ajakan Darodji untuk membiasakan sebut tahun politik dengan istilah pesta demokrasi.

"Ya pastinya pesta demokrasi itu membahagiakan. Tidak membuat permusuhan. Kami akan kawal itu," kata Ganjar. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved