Apernas Jateng Minta Kementerian PUPR Segera Implementasikan Harga Rumah Subsidi 2019

Meski harga rumah bersubsidi sudah disepakati Rp 140 juta, namun hingga kini perbankan masih menggunakan standar harga yang lama yakni Rp 130 juta.

Apernas Jateng Minta Kementerian PUPR Segera Implementasikan Harga Rumah Subsidi 2019
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Ketua Dewan Pengurus Daerah Apernas Jateng Eko Purwanto (baju kuning) menerima bendera dari sekjen Apernas dalam pelantikan pengurus DPD Apernas Jateng, di Pesonna Hotel, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) yang fokus mengembangkan perumahan bersubsidi meminta Kementerian PUPR untuk segera mengeluarkan petunjuk teknis terkait pelaksanaan harga KPR bersubsidi yang terbaru.

Meski harga rumah bersubsidi sudah disepakati Rp 140 juta, namun hingga kini perbankan masih menggunakan standar harga yang lama yakni Rp 130 juta.

Hal itu membuat pengembang rumah bersubsidi bimbang untuk melepas rumah kepada konsumen.

"Kami mendorong Kementerian PUPR segera mengetuk palu, karena harga rumah bersubsidi untuk 2019 dan 2020 sudah ditetapkan sebesar Rp 140 juta."

"Namun perbankan hingga kini baru bisa melayani pembiayaan dengan harga yang lama," ucap Ketua Dewan Pengurus Wilayah Apernas Jateng Eko Purwanto kepada Tribun Jateng, Rabu (3/7/2019) sore.

Ditemui usai dilantik sebagai Ketua Apernas Jateng periode kepengurusan 2019-2024 di Pesonna Hotel Semarang, pria yang akrab disapa Koko itu langsung menggaungkan aspirasi para pengembang perumahan FLPP tersebut.

Ia membeberkan, selama 2019 Apernas telah membangun seribu unit rumah bersubsidi. Meski demikian hingga kini mereka belum melakukan serah terima kepada konsumen.

"Kami masih menunggu karena seribu rumah itu dibangun dengan harga bahan bangunan tahun 2019, dimana bahan material sudah naik, namun tanpa juklak dan juknis dari PUPR perbankan hanya menyetujui pembiayaan dengan harga tahun 2018 sebesar Rp 130 juta saja. Posisi pengembang saat ini resah dan galau," imbuh Koko.

Seribu rumah subsidi itu telah dibangun di beberapa daerah di Jateng.

Di antaranya adalah Pekalongan, Tegal, Semarang, Solo dan Banyumas.

Terpisah, satu di antara pengembang, PT Bancar Miwa Anggabaya menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menggunakan harga lama meski tahun 2019 sudah berjalan hingga bulan ke tujuh.

Meski demikian, rumah yang diberikan dengan harga lama adalah stok tahun lalu.

Padahal mereka akan segera mengembangkan proyek rumah bersubsidi di beberapa lokasi lagi.

"Rencana ada Bancar Residence 2 dan Bancar Regency, total keduanya ada 267 unit rumah, nah kami juga menunggu harga baru karena meski telah diputuskan namun ternyata belum diimplementasikan," terang Manajer Marketing PT Bancar, Doni Saputra. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved