Cepat Tidaknya Kuman TBC Berkembang Bisa Melalui Sirkulasi Udara Ruangan, Ini Penjelasan Lengkapnya

Selama Januari hingga Juni 2019 ini, sebanyak 7 orang telah meninggal dunia di RSUD dr Soewondo karena penyakit Tuberkulosis (TBC).

Cepat Tidaknya Kuman TBC Berkembang Bisa Melalui Sirkulasi Udara Ruangan, Ini Penjelasan Lengkapnya
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Perawat membetulkan masker pasien yang terlepas di RSUD dr Soewondo Kendal, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Selama Januari hingga Juni 2019 ini, sebanyak 7 orang telah meninggal dunia di RSUD dr Soewondo karena penyakit Tuberkulosis (TBC).

Hal itu membuat daftar rentetan penderita TBC di Kabupaten Kendal yang meninggal dunia semakin banyak.

Pada 2018, jumlah orang meninggal sebanyak 9 orang yakni terdiri dari lima pria dan empat wanita.

Kepala Humas RSUD dr Soewondo Kendal, dr Muhammad Wibowo mengatakan, selama periode tersebut pihaknya telah merawat pasien terinfeksi kuman Bacterium Tuberkulosis sebanyak 302 orang.

37 lainnya dinyatakan sembuh dan 265 orang menjalani pengobatan berjalan.

"Jika ada pasien kami yang terlihat batuk hebat saat hendak melakukan pengobatan, kami segera berikan masker. Hal itu untuk meminimalisir tersebarnya penyakit TBC ke pasien lainnya," ujarnya, Rabu (3/7/2019).

Pihaknya juga mendesain ruang pengobatan dan perawatan yang khusus bagi para penderita TBC agar penularan penyakit tidak terjadi.

Ruang itu tidak menggunakan AC, namun kipas yang diarahkan ke arah jendela keluar agar kuman tersebut dapat tersedot keluar ruangan.

"Kuman ini akan berkembang biak jika dalam sirkulasi udara yang tidak baik. Namun akan mati jika terpapar matahari sehingga diarahkan ke luar jendela. Pasien dan penjenguk juga diwajibkan menggunakan masker," ujarnya.

Menurutnya, penyakit TBC dikaitkan dengan penyakit HIV.

Pasalnya penyakit TBC menjadi penyakit komplikasi sehingga pihaknya saat melakukan pendeteksian dilakukan terhadap dua penyakit itu.

"TBC dapat disembuhkan secara teratur melalui pengobatan hingga tuntas. Biasanya para pasien setelah melakukan pengobatan beberapa kali, sudah enakan sehingga tidak melanjutkan. Tapi juga penyakit itu kambuh kembali," katanya.

Sementara itu, pengunjung pasien TBC yang dirawat di RSUD dr Soewondo, Wiwik mengatakan, pasien TBC yang dirinya jenguk sudah mengalami penyakit TBC lebih dari 3 tahun.

"Ya karena tidak teratur, jadi sering kambuh. Kadang kalau minum obat kebanyakan kepalanya jadi pusing, jadi tidak rutin minum obatnya," pungkasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved