Jawa Tengah Pertama Kali Ekspor Edamame Senilai Rp 13,2 Miliar ke Pasar Eropa

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengambil langkah cepat untuk mendorong ekspor dengan penggunaan

Jawa Tengah Pertama Kali Ekspor Edamame Senilai Rp 13,2 Miliar ke Pasar Eropa
TRIBUN JATENG/FAISAL AFFAN
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil saat melepas ekspor edamame pertama dari Jateng menuju Belanda. Ekspor edamame ini pertama kali masuk benua Eropa dengan nilai ekonomi Rp 13,2 miliar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengambil langkah cepat untuk mendorong ekspor dengan penggunaan sertifikat elektronik (e-Cert).

Kali ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang diwakili Kepala Barantan, Ali Jamil bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melepas ekspor perdana Edamame ke Belanda melalui e-Cert, di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Rabu (3/7/2019).

Hadir pula Inspektur Jenderal Kementan, Justan Riduan Siahaan, Direktur Kepabeanan, Fadjar Dhonny, Sekretaris BKIPM, Septiama dan para pelaku usaha.

Ali Jamil menjelaskan edamame yang diekspor perdana ini diproduksi oleh petani di Wonosobo, Temanggung dan Magelang, volumenya sebanyak 40 ton dari total permintaan 480 ton dengan nilai ekonomi Rp 13,2 miliar.

Sebelumnya, edamame asal propinsi Jawa Tengah ini telah diekspor ke negara Jepang, Lebanon, Amerika Serikat, India dan Singapore.

Kini mendapat pasar baru ke Belanda.

"Semenjak diberlakukan di tahun 2015, penggunaan e-Cert baru dilakukan ke 3 negara yakni New Zealand, Australia dan Belanda.

Lalu tanggal 1 Juli 2019 kemarin ditambah dengan Vietnam yang bisa diterapkan di wilayah ASEAN," ucap Ali melepas ekspor perdana kedelai sayur (Edamame) ke Eropa menuju Pelabuhan Rotterdam di Belanda.

Ali menegaskan selain melalui penggunaan e-Cert, akselerasi ekspor juga dilakukan dengan penggunaan aplikasi peta komoditas ekspor produk pertanian i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export).

Pemerintah daerah diarahkan untuk menggunakan aplikasi ini agar dapat memetakan sentra dan jenis komoditas unggulan dan negara tujuan ekspor.

Halaman
1234
Penulis: faisal affan
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved