Kabar Hoaks di Boyolali, Area Wisata Gancik Dibakar Simpatisan Calon Kades, Ini yang Sebenarnya
Beredar kabar pembakaran objek wisata tersebut dilakukan secara sengaja oleh oknum warga yang tidak terima hasil pilkades pada Selasa (2/7/2019).
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Polres Boyolali merilis laporan kebakaran objek wisata Gancik, Rabu (3/7/2019).
Beredar kabar pembakaran objek wisata tersebut dilakukan secara sengaja oleh oknum warga yang tidak terima hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) setempat, pada Selasa (2/7/2019) malam.
Kabar itu sudah beredar luas di masyarakat sekitar Kecamatan Selo dan viral di sejumlah media sosial.
Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan kabar itu hoaks atau tidak benar.
"Yang terbakar itu warung dan sampah di sekitar objek. Semula dikabarkan yang terbakar adalah objeknya," kata AKBP Kusumo.
Pembakaran warung, lanjutnya, dilakukan oleh sang pemilik karena sudah tidak digunakan lagi.
"Jadi kami kerahkan Bhabinkamtibmas segera ke lokasi untuk menjelaskan ke warga sekitar sekaligus pada simpatisan dua kubu Kades, supaya tidak terpengaruh berita bohong," katanya.
Melengkapi, Kasubbag Humas Polres Boyolali, AKP Edy Purnama mengatakan, pembakaran dilakukan oleh Purwadi, pemilik bekas warung dan tenda makanan.
Tidak ada kerugian material dalam kebakaran itu, karena barang berharga sudah diamankan si pemilik warung.
"Info kebakarannya benar memang ada. Tetapi kabar pembakaran karena pilkades itu yang tidak benar dan berpotensi menyulut kemarahan simpatisan Kades. Api padam sendiri setelah material habis terbakar. Tidak ada yang merambat ke lokasi lain," jelas AKP Edy.
"Jadi ceritanya itu ada orang bakar sampah dikaitkan dengan pembakaran objek wisata Gancik karena pilkades. Itu yang harus diluruskan,"tambahnya. (Daniel Ari Purnomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hoaks-kebakaran-wisata-gancik-boyolali.jpg)