Kepala SMA Negeri 4 Solo Bantah Terima Ratusan SKD Aspal, Sebut Hanya 20 Pendaftar

Kepala SMA Negeri 4 Solo, Agung Wijayanto membantah tuduhan praktik penggunaan ratusan Surat Keterangan Domisili (SKD) asli palsu (aspal) dalam

Kepala SMA Negeri 4 Solo Bantah Terima Ratusan SKD Aspal, Sebut Hanya 20 Pendaftar
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kepala SMA Negeri 4 Solo, Agung Wijayanto di ruang kerjanya, Rabu (3/7/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kepala SMA Negeri 4 Solo, Agung Wijayanto membantah tuduhan praktik penggunaan ratusan Surat Keterangan Domisili (SKD) asli palsu (aspal) dalam proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

Berdasar data, Agung membeberkan jumlah siswa yang terverifikasi ada 991 orang.

Dari angka tersebut, jumlah pengguna SKD sebanyak 20 orang.

"20 orang itu kami validasi lagi sesuai arahan Pak Kepala Dinas dan Gubernur, yang diterima di 4 (SMAN 4) itu ada 8 orang," kata Agung di ruang kerjanya, Rabu (3/7/2019).

Agung juga menunjukkan rincian siswa yang diterima berdasar zonasi.

Meliputi Kelurahan Manahan, Sumber dan Kerten.

"Jadi kalau ada yang bilang ratusan pakai SKD itu ya gak juga.

Penggunaan SKD itu dianjurkan karena ada pemekaran kelurahan Kadipiro dan Joglo," ujarnya.

Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Solo itu menyampaikan penggunaan SKD sudah diijinkan sesuai juknis, selama warga tidak punya KK dan diijinkan tinggal. Hal tersebut sah secara hukum.

Menanggapi pengalihan siswa yang tidak diterima SMA Negeri 4 ke luar Kota Solo, Agung menyampaikan orangtua semestinya lebih tabah.

"Soal yang dipindah sampai Colomadu, lalu Gondangrejo itu kami turut prihatin.

Yang penting anak bisa tetap sekolah.

Kalau ingin tetap di Solo, bisa manfaatkan ke swasta.

Masih ada 27 sekolah swasta di Solo ini," kata dia. (Dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved