Kesaksian Korban Keganasan Serangan Babi Hutan: Saya Tusuk Kayu Runcing tapi Tidak Mempan

Dengan nada terbata-bata dia mencoba menceritakan kisah tragisnya diserang babi hutan atau celeng

Kesaksian Korban Keganasan Serangan Babi Hutan: Saya Tusuk Kayu Runcing tapi Tidak Mempan
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Rahmat Suwaryo (52) warga Dusun Peninis, RT 1 RW 5, Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas saat ini masih terbaring lemah di ruang perawatan Ar-Rahman 2, Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Rahmat Suwaryo (52) warga Dusun Peninis, RT 1 RW 5, Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas saat ini masih terbaring lemah di ruang perawatan Ar-Rahman 2, Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto.

Dengan nada terbata-bata dia mencoba menceritakan kisah tragisnya diserang babi hutan atau celeng.

Sambil mengangkat tangan kiri yang dipenuhi perban, dia mengatakan jika saat ini luka yang paling sakit adalah di bagian tangan sebelah kiri.

"Paling sakit memang tangan karena sempat masuk ke dalam mulut babinya," ujar Rahmat.

Kepada Tribunjateng.com, Rahmat mengaku sebelum diserang babi, dia sempat menyerang dengan tiga kali bacokan menggunakan kayu runcing sepanjang 1.5 meter.

Akan tetapi, perlawanan yang dilakukannya tidak mempan karena babi yang begitu ganas dan kulit babi yang tebal.

"Saya tusukin kayu runcing sepanjang 1.5 meter ke babinya tapi tidak mempan. Karena saya sudah kelelahan sehingga sulit melawan," ungkapnya.

Dia bercerita jika awal mula diserang babi adalah ketika dia mendengar ada seorang wanita minta tolong.

Mendengar ada yang berteriak minta tolong, dia lalu mendekat dan ternyata melihat ada ibu-ibu, yaitu Warsinah yang sedang dihajar habis-habisan oleh babi itu.

Begitu Rahmat sampai di lokasi, tiba-tiba babi itu justru berbalik menyerangnya.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved