PPDB SMA Kendal, Belasan Pendaftar Ketahuan Gunakan SKD Palsu, Begini Cara Sekolah Mudah Mendeteksi

15 calon peserta didik baru yang hendak mendaftar SMA di Kabupaten Kendal dicoret setelah diketahui Surat Keterangan Domisili (SKD) invalid.

PPDB SMA Kendal, Belasan Pendaftar Ketahuan Gunakan SKD Palsu, Begini Cara Sekolah Mudah Mendeteksi
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Kepala SMA Negeri 1 Kendal, Sunarto. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - 15 calon peserta didik baru yang hendak mendaftar SMA di Kabupaten Kendal dicoret setelah diketahui Surat Keterangan Domisili (SKD) milik mereka tidak nyata alias invalid.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kendal, Sunarto mengatakan, hal itu dapat diketahui setelah pihak panitia PPDB di tiap sekolah melakukan pengecekan kebenaran data dari berkas yang diverifikasi tiap sekolah.

"Jadi di dalam SKD itu menyebutkan domisili calon peserta didik berada dekat dengan SMA. Sedangkan di Kartu Keluarga (KK) alamatnya berada dekat dengan asal SMP. Di situlah kami kroscek dan coba lakukan pemanggilan terhadap orangtua," katanya dalam sambungan telepon pada Rabu (3/7/2019).

Kepala SMA Negeri 1 Kendal itu mengatakan, bahwa 7 dari 15 calon siswa melakukan pendaftaran di SMA Negeri 1 Kendal.

Menurutnya SKD palsu itu sengaja dilakukan untuk mempermudah calon siswa diterima di sekolah tujuan.

"Kami sampai membentuk tim kroscek ke alamat sesuai SKD. Kami tanyakan kepada warga dan tetangga lainnya, ternyata siswa ini tidak menetap di alamat tersebut. Maka SKD itu kami coret dari berkas," ujarnya.

Ia mengatakan, permasalahan itu muncul pada saat masa verifikasi berkas.

Sehingga proses pendaftararan tetaplah berjalan normal.

"Kami hanya mencoret SKD. Pendaftar tetap bisa melakukan pendaftaran, namun alamat yang digunakan sesuai KK," katanya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved