Segera! Perumahan Syariah di Jawa Tengah, Harga Rp 140 Juta, Bisa Diangsur 140 Kali Tanpa Bunga

Apernas berencana mengembangkan perumahan umum nasional syariah untuk masuk ke wilayah Jawa Tengah untuk MBR dan warga penghasilan tidak tetap.

Segera! Perumahan Syariah di Jawa Tengah, Harga Rp 140 Juta, Bisa Diangsur 140 Kali Tanpa Bunga
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Pengurus DPW Apernas Jateng berfoto bersama usai dilantik sebagai pengurus periode 2019-2024 di Pesonna Hotel Semarang, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) berencana mengembangkan perumahan umum nasional syariah untuk masuk ke wilayah Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Apernas Jateng, Eko Purwanto kepada Tribunjateng.com, Rabu (3/7/2019) sore.

Ditemui usai dilantik sebagai Ketua Apernas Jateng periode kepengurusan 2019-2024 di Pesonna Hotel Semarang, pria yang akrab disapa Koko menyebut ada rencana untuk mengembangkan perumahan syariah.

"Program perumahan umum nasional syariah itu dicanangkan Pengurus Pusat Apernas. Memang di Jawa Tengah belum ada, tapi kami berencana mengembangkan dan akan berkoordinasi dahulu dengan Koperumnas," terang Koko.

Sejumlah Wali Murid Marah di SMAN 4 Semarang Protes Sistem Zonasi, Tepat saat Gubernur Ganjar Datang

Kisah Para Pendaki yang Hilang di Gunung Lawu, Arjuno, dan Piramid: Ditemukan Berupa Tulang Belulang

Kisah Sniper Kopassus yang Namanya Melegenda di Dunia, Pergi Bawa 50 Peluru, 1 untuk Diri Sendiri

Ditagih Hutang Pura-pura Lupa atau Malah Ngegas, Begini Pandangan dalam Islam

Ia menjelaskan, Koperumnas adalah akronim dari Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah yang mencanangkan pengembangan rumah syariah.

Di perumahan tersebut, calon konsumen tidak perlu takut BI checking tidak lolos, hingga tidak perlu mengkhawatirkan bunga angsuran.

Ketua Umum Koperumnas, Aris Suwirya menjelaskan, pihaknya hadir untuk menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tidak memiliki penghasilan tetap.

"Sudah menjadi komitmen Apernas untuk menyediakan rumah bagi MBR. Padahal mereka terbagi dalam dua jenis yang berpenghasilan tetap, yakni karyawan atau ASN bergaji di bawah Rp 4 juta dan yang tidak memiliki penghasilan tetap seperti sopir angkot, pedagang keliling, wirausahawan yang baru merintis," terang Aris.

Mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap itulah yang kemudian tidak memiliki akses ke FLPP karena terkendala BI Checking, hingga uang muka.

"Syaratnya bergabung dengan Koperumnas, cuma satu punya KTP Indonesia," tegasnya.

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Setelah bergabung, setiap anggota hanya diharuskan membayar iuran wajib setiap bulan yang formatnya sama dengan angsuran perumahan hanya saja tidak berbunga.

"Jika harga rumahnya RP 140 juta, angsuran perbulan Rp 1 juta, 140 kali, tidak ada bunga," beber Aris.

Hanya saja setiap konsumen akan dilihat komitmen membayar iurannya selama dua tahun terlebih dahulu sebelum bisa serah terima rumah.

Jika nantinya dalam dua tahun itu komitmen untuk membayar iuran wajib secara tetap tidak bisa dilaksanakan maka uang yang terkumpul akan dikembalikan. (Rival Almanaf)

Teuku Nasrullah Kritik Karni Ilyas di Acara ILC hingga Penonton Studio Bertepuk Tangan

Kesal dengan Deddy Sitorus, Najwa Shihab Tegas: Kalau Nggak Mau Jawab Saya Lempar ke yang Lain

Sedang Jadi Sorotan Dunia, Jokowi Diulas Tiga Media Asing, The New York Times hingga The Japan Times

Ingin Pakai Pelat Nomor Cantik di Kendaraan? Ini Syarat dan Tarifnya

Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved