Sudah Ada 96 Peserta Pakai SKD Palsu, Kepala Disdikbud Jateng Jumeri : Langsung Dicoret

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri mengatakan calon peserta didik baru pengguna SKD palsu langsung dicoret dari pendaftaran sekolah negeri

Sudah Ada 96 Peserta Pakai SKD Palsu, Kepala Disdikbud Jateng Jumeri : Langsung Dicoret
ISTIMEWA
Jumeri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang baru dilantik Senin (6/5) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PPDB SMA dan SMK di Jateng terus tuai polemik.

Kali ini terkait penggunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) palsu yang diduga digunakan untuk mendaftar.

Adapun hingga hari ketiga pendaftaran online diketahui ada total 96 peserta menggunakan SKD palsu di Jawa Tengah.

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri mengatakan calon peserta didik baru pengguna SKD palsu langsung dicoret dari pendaftaran sekolah negeri.

Pihaknya sejak awal sudah memverifikasi semua SKD yang digunakan untuk mendaftar sekolah.

"Semua sudah diverifikasi, jika palsu kami coret," paparnya, Rabu (3/7/2019).

Menurutnya hingga hari ini sudah ada 1.117 pendaftar yang menggunakan SKD. Dari jumlah itu ada 1.021 SKD valid, lalu sisanya atau 96 SKD diketahui tak valid.

Disinggung terkait orangtua peserta yang tak terima dengan sistem zonasi tersebut, ia berharap agar para orangtua legowo.

Seperti diketahui demo terjadi di Solo, Jateng, Selasa (2/7/2019) kemarin di mana orangtua peserta PPDB, Bambang Saptono tak terima anaknya tak bisa masuk ke SMAN 4 Solo, yang jaraknya hanya 2,5 km dari rumahnya.

Bambang Saptono juga menyebut tak masuk akal apabila ada 200 pendaftar berdomisili di Manahan Solo.

Bambang Saptono menilai, kuat dugaan ada peserta yang menggunakan SKD palsu.

"Itu yang demo hanya satu orang. Setelah kami cek, di SMAN 4 Solo hanya ada 20 SKD, dan semuanya valid," imbuhnya. (Ahm)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved