Tim Gabungan Masih Buru Babi Hutan Penyerang Warga di Banyumas, Pencarian Dibagi 3 Sektor

Hingga saat ini, tim gabungan Tagana Banyumas masih memburu keberadaan babi hutan yang menyerang warga Desa Windujaya dan Desa Melung, Kecamatan

Tim Gabungan Masih Buru Babi Hutan Penyerang Warga di Banyumas, Pencarian Dibagi 3 Sektor
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Tim pemburu babi hutan yang terdiri dari terdiri Tagana, Polsek Kedungbanteng, Pramuka Peduli Kwarcab, Tim Reaksi Cepat RAPI Banyumas, bersama anjing pelacak pada saat proses pencarian pada Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Hingga saat ini, tim gabungan Tagana Banyumas masih memburu keberadaan babi hutan yang menyerang warga Desa Windujaya dan Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Serangan babi hutan tersebut telah menyebabkan satu orang meninggal dunia, atas nama Warsinah (70) warga RT 3 RW 4, Dusun Peninis, Desa Windujaya.

Tim pemburu saat ini dibagi menjadi tiga sektor.

Pembagian sektor tersebut dimaksudkan untuk mempersempit pergerakan babi hutan.

Berdasarkan keterangan dari koordinator Tagana Banyumas, Ady Chandra pencarian sudah dilakukan sejak kemarin malam

"Mulai pagi hari tadi kita sudah melakukan perburuan bersama-sama dengan Perbakin, Tagana, Polhut, Pramuka peduli dan masyarakat.

Kita juga telah membaginya menjadi tiga sektor," ujar Ady Chandra kepada Tribunjateng.com, Rabu (3/7/2019).

Tim pencarian berkumpul di titik kumpul lokasi perburuan di kompleks Curug Gomblang, Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng.

Ady mengatakan jika pembagian tiga sektor tersebut diantaranya sektor satu menuju arah curug gomblang, sektor dua ada di gunung Malang, dan sektor tiga ada di daerah Cendana.

Pembagian sektor tersebut dimaksudkan untuk menggiring babi hutan turun ke wilayah batu bedil.

"Kurang lebih ada sekitar 30 orang berupaya menggiring agar babi hutan ini turun ke wilayah batu bedil," ungkapnya.

Menurut informasi yang diperoleh wilayah batu bedil merupakan wilayah yang biasa digunakan oleh babi hutan melintas.

"Lokasi batu bedil biasa digunakan untuk lalu lalang babi hutan.

Maka kita coba giring, namun memang hingga saat ini belum ada tanda-tanda.

Sementara ini yang ditemukan adalah beberapa jejak-jejak tapak kaki babi hutan dilokasi tersebut," pungkasnya. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved