Apernas Gandeng Koperumnas Bakal Kembangkan Perumahan Syariah di Jateng

Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) Jateng yang menaungi pengembang perumahan bersubsidi berencana membangun perumahan syaria

Apernas Gandeng Koperumnas Bakal Kembangkan Perumahan Syariah di Jateng
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Pengurus DPW Apernas Jateng berfoto bersama usai dilantik sebagai pengurus periode 2019-2024 di Pesonna Hotel Semarang, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) Jateng yang menaungi pengembang perumahan bersubsidi berencana membangun perumahan syariah untuk masuk ke wilayah Jateng.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Wilayah Apernas Jateng, Eko Purwanto, usai dilantik sebagai Ketua Apernas Jateng periode kepengurusan 2019-2024, di Pesonna Hotel Semarang, Rabu (3/7) sore.

"Program perumahan umum nasional syariah itu dicanangkan oleh pengurus pusat Apernas. Di Jateng belum ada, tapi kami berencana mengembangkan, dan akan berkoordinasi dahulu dengan Koperumnas (Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah-Red)," kata Koko, sapaannya, kepada Tribun Jateng.

Menurut dia, Koperumnas adalah lembaga yang mencanangkan pengembangan rumah syariah. Untuk membeli rumah di perumahan itu, calon konsumen tidak perlu takut BI checking tidak lolos, hingga tidak perlu mengkhawatirkan bunga angsuran.

Hal itu karena pembiayaan tidak dilakukan perbankan, tetapi Koperumnas. Ketua Umum Koperumnas, Aris Suwirya menjelaskan, pihaknya hadir untuk menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tidak memiliki penghasilan tetap.

"Sudah menjadi komitmen Apernas untuk menyediakan rumah bagi MBR. Padahal, mereka terbagi dalam dua jenis, yaitu yang berpenghasilan tetap, yakni karyawan atau ASN dengan gaji di bawah Rp 4 juta, dan mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap seperti sopir angkot, pedagang keliling, dan wirausahawan yang baru merintis," terangnya.

Mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap itulah yang kemudian tidak memiliki akses ke FLPP, karena kadang terkendala BI Checking, hingga uang muka. "Syaratnya bergabung dengan Koperumnas, dan punya KTP Indonesia. Itu saja," tegas Aris.

Setelah bergabung, dia menambahkan, setiap anggota hanya diharuskan membayar iuran wajib setiap bulan yang formatnya sama dengan angsuran perumahan, hanya saja tidak berbunga. "Jika harga rumahnya RP 140 juta, ya angsurannya per bulan Rp 1 juta kali 140 kali, tidak ada bunga," bebernya.

Meski demikian, Aris menyatakan, setiap konsumen akan dilihat komitmen membayar iurannya selama 2 tahun terlebih dahulu sebelum bisa serah terima rumah.

Jika nantinya dalam dua tahun itu komitmen untuk membayar iuran wajib secara tetap tidak bisa dilaksanakan, uang yang terkumpul akan dikembalikan.

"Saat ini rumah syariah itu sudah dikembangkan di Bogor, Kalimantan, hingga Sulawesi. Jateng akan segera. Semoga dengan pengurus Apernas Jateng yang baru ini segera terealisasi," tandasnya. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved